Culinary

Kulineran di Depot Mie 55 di Kota Surabaya

Posted on Updated on

#Culinary – Surabaya Oh Surabaya, kota besar ibu Kota Jawa Timur ini memang terkenal dengan berbagai macam kulinernya, Salah satunya adalah Mie Surabaya. Selama beberapa hari di Surabaya saya sempat di ajakin oleh rekan saya di Surabaya, yaitu dokter Podang. Pas ada tugas disana saya sempat di ajak ke tempat kuliner favorit beliau yang mau saya bahas disini, yaitu Depo Mie 55 Surabaya. seperti apa sih Depo Mie 55 yang katanya jadi favoritnya keluarga dokter yang ngajakin saya ini? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Soto Mbah Sastro, Warung Sarapan di Solo Raya yang Ramah Anak

Posted on Updated on

#Culinary – Soto, merupakan salah satu makanan favorit di kala pagi, siang maupun malam. Banyak sekali warung-warung khususnya di daerah Surakarta dan sekitarnya menjual makanan yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Salah satu warung soto yang saya hampiri kali ini adalah Soto Seger Sastro. Baca entri selengkapnya »

Beli Roti Harga Terjangkau di Kartasura, Ya di Kampoeng Roti

Posted on Updated on

#Culinary – Ngomongi soal kuliner atau jajan roti di Solo memang tiada habisnya, nah kebetulan di dekat rumah mertua saya Kartasura ada nih toko roti yang rekomended, namanya Kampoeng Roti. Kampoeng Roti sendiri kayaknya frenchese deh, soalnya pas saya main ke Surabaya juga nemuin ini toko disana. Konsep tokonya memang di buat minimalis dan gaul, dengan warna lebih ke hitam dan beberapa penerangan menghiasi dalamnya. Baca entri selengkapnya »

Wedangan Pak Wiryo, Wedangan Legendaris di Surakarta

Posted on Updated on

#Culinary – Ngobrolin Wedangan mungkin saya pernah menulisnya beberapa tahun lalu di postingan dengan judul “Angkringan, Hik dan Wedangan” Arti dari ketiganya sebenarnya sama saja. Kali ini saya akan sharing sedikit mengenai Wedangan Mbah Wiryo, atau dikenal dengan sebutan Mbah Wir. Saya dulunya gak tau wedangan yang ada di daerah Laweyan ini, karena pada umumnya saya lebih suka nongkrong di Wedangan Radjiman yang masih satu jalan dengan wedangan mbah Wir. Maklum, kalau Radjiman memang lebih banyak anak mudanya waktu itu dibanding mbah Wir yang rata – rata konsumennya sudah berumur ( jadi kesimpulannya saya sudah berumur sekarang hahaha). Baca entri selengkapnya »