Investasi Properti, Alhamdulillah “Paid Off” : Bagaimana Caranya Memilih Investasi Properti dan Mengambil Sertifikat di Bank?

Posted on Updated on

Memiliki investasi untuk kesejahteraan hidup di masa depan adalah hal yang perlu dipertimbangkan, terutama berinvestasi di bidang properti. Investasi properti seperti tanah dan rumah dapat memberikan keuntungan jangka panjang, karena keduanya tidak akan pernah mengalami inflasi atau penurunan harga. Justru harga tanah dan rumah kian meningkat setiap tahunnya, dikarenakan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi.

Hal ini seperti yang saya lakukan 10 tahun yang lalu sewaktu saya masih membujang. Ada dana sedikit, saya nekat untuk DP Rumah dan mulai mencicil perumahan di wilayah palur 2010 silam. Meskipun sebenarnya saya termasuk orang secara agama tidak terlalu setuju dengan kredit atau hutang, akan tetapi tidak ada salahnya kredit untuk kebutuhan investasi bukan untuk kebutuhan konsumtif.

Bagaimana Memilih Investasi Properti ?

Awalnya sih dulu saya pribadi ragu untuk membeli rumah di perumahan, karena tau sendiri biasanya konstruksi bangunannya kurang bagus. Akan tetapi disini yang saya cari adalah lokasinya. Lokasinya saya dapat di daerah Palur (Itung-itung dekat dengan kampus UNS, dekat dengan batas kota antara Solo-Karanganyar serta Sukoharjo dimana sebagai pintu masuk kota Solo dari arah timur.

Jadi hal Pertama yang perlu dipertimbangkan dalam memilih investasi tersebut adalah lokasinya terlebih dahulu, baik lokasi tersebut strategis, pengembangan kota disekitarnya serta bebas banjir tentunya.

Kedua adalah resiko kepemilikan, waktu saya pertama kali akad, hal yang pertama yang saya pertimbangkan adalah developer. Kebetulan Developer yang saya pilih tersebut masih tetangga dengan orang tua saya rumahnya. Saya tau bener track record beliau. Jadi ya yakin saja. Mulai dari jelas akadnya, Bank yang dipilih serta surat-surat beserta kelengkapannya.

Ketiga adalah nilai tambah properti atau tanah tersebut. Memiliki sebuah rumah atau sepetak tanah bukan berarti tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk keduanya. Rumah membutuhkan biaya perawatan setiap tahunnya, seperti untuk mengecat tembok yang mulai kusam, biaya listrik hingga biaya perbaikan bila terdapat kerusakan pada salah satu bagian rumah. Apalagi jika rumah berlokasi di perumahan dan sering kosong atau tidak ditinggali seperti rumah saya., maka biasanya akan ada biaya keamanan dan kebersihan yang akan dikenakan. Jujur saja, rumah tersebut kalau ditotal hanya saya tempati selama 5 tahun dari 10 tahun, sejak menikah hingga punya anak. Istri lebih memilih untuk tinggal dekat dengan tempat kerjanya (mertua). Meskipun setiap 1-2 minggu sekali dikunjungi , tetap saja sudah melakukan beberapa renovasi dan perawatan yang saya lakukan untuk rumah tersebut.

Bagaimana Melunasi Rumah KPR dan Cara Mengambil Sertifikat di Bank?

Alhamdulillah setelah 10 tahun lamanya, akhirnya cicilan terakhir terbayarkan, meski ada yang sempat menunggak (Maklum, pandemi ini benar benar kudu bisa mengatur kondisi keuangan dengan benar). Paling tidak sudah tenang tanpa kredit rumah dan sertifikat sudah ada ditangan.

Lalu bagaimana melunasi KPR nya? Bank saya gunakan saat itu adalah Bank BTN Syariah, cara melunasinya cukup gampang. Pertama yang harus dilakukan sebelum ke Bank adalah membawa persyaratan sebagai beikut :

  • Buku tabungan BTN;
  • Kartu identitas asli (KTP)
  • Meterai Rp6.000.

Sembari membawa persyaratan aslinya, untuk jaga-jaga saya juga membawa fotocopy syarat tersebu. Setelah itu pergi ke Bank dimana awal pembiayaan tersebut berada. Tinggal bilang ke bagian sekuriti untuk bilang pelunasan atau ambil antrian kebagian FInance. disitulah akan dilayani mengenai pelunasannya.

Beberapa persyaratan yang akan dilakukan sebelum pelunasan adalah melengkapi berkasnya, biasanya ada beberapa biaya tambahan administasi seperti  Biaya Roya dan Biaya Administrasi, waktu itu masing-masing biaya tersebut adalah Rp.100.000 jadi total Rp.200.000

Jika pernah melakukan penunggakan atau Biaya lain juga kemungkinan ada biaya pinalti, dimana tergantung dari masing-masing kebijakan Bank.

Setelah semuanya diproses, maka akan diberikan jadwal pengambilan sertifikat dan surat lainnya. kalau saya pribadi waktu itu hanya selisih sehari, jadi setelah semua ok, saya diberi rekening koran sebagai bukti bahawa lunas.

Keesokan harinya saat akan mengambil sertifikat, diminta kembali untuk menunjukkan kembali KTP Asli, Rekening Koran (yang diberikan sebelumnya)  lalu penandatanganan serah terima (Sertifikat Tanah, IMB dan pendukung kepemilikan properti ) dengan surat bermaterei 6000 tersebut. Alhamdulilah sekarang rumah sudah menjadi sepenuhnya milik nasabah.

4 respons untuk ‘Investasi Properti, Alhamdulillah “Paid Off” : Bagaimana Caranya Memilih Investasi Properti dan Mengambil Sertifikat di Bank?

    bersapedahan said:
    20 November 2020 pukul 2:33 PM

    Alhamdulillah suah beres …. mudah2-an bisa nambah lagi investasinya mas

      mysukmana responded:
      20 November 2020 pukul 2:34 PM

      Lg reses ekonomi om pandemic..semoga diberi kemudahan segala urusan kita semua..

    wahyu said:
    19 November 2020 pukul 11:51 AM

    Alhamdulillah sudah lunas. sukses selalu om

      mysukmana responded:
      19 November 2020 pukul 12:00 PM

      Alhamdulillah mas Wahyu..alhamdulillah akhirnya..
      mulai pandemi itu yang agak deg deg an..
      maklum pekerja wiraswasta dan freelance..
      Allahuakbar..

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s