Lezatnya Kulineran Sate Maranggi Haji Yetty di Purwakarta

Posted on Updated on

#Eat and Drink- Saat pandemi beberapa waktu lalu, saya bersama tim ABsystem.id melakukan perjalanan untuk berkeliling rute Bandung- Cianjur- Bogor dan Jakarta. Tugas negara selama 3-4 hari ini tentunya membutuhkan energi lebih. Teman saya Azis menawari, enaknya makan dimana nih? Tak lama kemudian setelah perjalanan kurang lebih 4 jam dari Solo, akhirnya kami sampai di Purwakarta lalu keluar Tol untuk mampir kulineran di warung makan yang cukup terkenal didaerah Jawa Barat, yaitu Warung Haji Yetty yang menyediakan menu utama Sate Maranggi.

Bagi saya sebenarnya sate adalah makanan favorit yang tidak terlalu asing, karena di kota Solo sendiri banyak sekali sate-sate yang jauh lebih terkenal dan dikalangan para pemburu makanan berbahan dasar kambing ini. Karena penasaran dan diceritain sama Azis enaknya Sate Maranggi, mampirlah saya ke warung yang beralamat di alan Raya Cibungur Puwarkarta, Cibungur, Kec. Bungursari, Kabupaten Purwakarta,

Lalu seperti apa ya suasana warung dan kulineran satenya?

Karena masih masa pandemi Corona, warung ini dijaga ketat oleh Satpol PP didepan pintu masuk, masing-masing pengunjung diperiksa terlebih dahulu sama pak Satpol PP dan Karyawan warung tersebut untuk cek suhu dan wajib cuci tangan serta pakai masker. Sambil menunggu antrian, saya cukup kaget, ternyata warungnya penuh dan hampir tidak ada kursi kosong. Setiap keluarga atau kelompok yang masuk harus jadi satu meja kursi tidak boleh berdekatan dengan yang lain.

Kami pun duduk dan memesan beberapa menu, sambil menunggu menu yang dipesan, kami ditawari beberapa menu lain seperti Es Kelapa Muda yang sudah disajikan dalam gelas, cemilan, dan lain-lain. Untuk teh tawarnya warung ini menyediakan secara gratis dan bisa refil jika menginginkan.

Waktu itu kami bertiga ditambah kedatangan teman yang ada tinggal di Purwakata. Jadi kami memesan beberapa menu diantaranya adalah Sate Maranggi, Soto, dan Caredok. Sebenarnya kami ingin memesan sate semua, karena kami membawa satu teman bule yang masih anti dengan pedas karena habis tipus, akhirnya dia demen banget sama Soto.

Menu pertama yang datang adalah Soto dan Karedok, menu ini seperti menu-menu pada umumnya, hanya bedanya disajikan dengn krupuk yang ditaruh mangkuk sendiri layaknya krupuk pada Bubur Ayam.

Lalu sate yang ditunggu-tunggu pun datang, kami memesan 20 tusuk untuk bertiga dengan harga satu tusuknya 5000 (he he he lumayan mahal juga ya, padahal isinya tak sebanyak sate-sate yang saya beli di Solo). Penyajiannya pun berbeda dengan sate pada umumnya yang saya temui di kota Solo.

Selain itu Sambal Sate Maranggi disajikan terpisah dengan sajian kuah cabai, tomat dan beberapa cabai utuh. Wakt saya icipi, wah ternyata lumayan pedes banget sambalnya. Uniknya  nasi hangatnya juga disajikan terpisah dengan dibungkus daun pisang. Jadi malah kesannya seperti makan nasi kucing yang biasa disajikan di angkringan Solo dan Jogja dengan lauk pauk bukan irisan bandeng, akan tetapi beberapa tusuk sate dan sambal tomat.

Soal rasa jangan ditanya, dagingnya empuk banget dan pengen nambah terus tusuk satenya, karena pertusuknya kecil, cuma 3 printilan daging saja.he he he, namanya juga lapar ya makannya tetap banyak,

Penasaran dengan harganya, nih kak saya fotoin menu pesananannya, silahkan kira kira sendiri habisnya berapa kalau mau jajan di Sate Maranggi Purwakarta ini.

Gimana kak? mungkin ada yang punya pengalaman makan di sini juga?

 

5 respons untuk ‘Lezatnya Kulineran Sate Maranggi Haji Yetty di Purwakarta

    Frany said:
    3 Agustus 2020 pukul 9:57 AM

    Tersohor iki, mas.

      mysukmana responded:
      3 Agustus 2020 pukul 10:29 AM

      iya buk, malah saya baru tau hehehe, maklum, ngupleknya cuma di Solo hehehe

        Frany said:
        4 Agustus 2020 pukul 8:52 AM

        Njenengan sama saya juga pasti lebih gaul njenengan kok, mas. Hehe.

    Evi said:
    2 Agustus 2020 pukul 3:13 PM

    Yang paling saya suka dari Sate Maranggi itu sambalnya yang banyak tomat dan dihidangkan bersama daun singkong. Bisa sedikit terobati ketakutan akan kolesterol 🙂

      mysukmana responded:
      3 Agustus 2020 pukul 10:28 AM

      kemarin gak pake daun singkong, tapi langsung sikat saja buk

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s