Rumah Pendapa, Rumah Dinas Bupati dan Asal Usul Legenda Banyuwangi

Posted on Updated on

#Travel – Berkunjung ke kota Banyuwangi kurang afdol kalau tidak mengunjungi Rumah Bupati Banyuwangi yang dikenal dengan bangunan kunonya dan rumah suku Osing.  Bangunan atau Rumah Bupati ini sudah ada sejak berdirinya Kabupaten atau disebut Regentschap pada masa kolonial Belanda.

Bangunan yang disebut dengan Rumah Pendopo  Saba Swagata Blambangan Banyuwangi tersebut terletak di kawasan Taman Sri Tanjung atau Lapangan Tegal Masjid. Seperti letak masa pemerintahan dijawa pada umumnya dengan letak alun-alun ditengah, sebelah barat terdapat masjid, sebelah utara rumah bupati dan sekitarnya terdapat penjara dan pasar.

Pagi itu saya sampai didepan pendopo, setelah melapor dan mengisi tamu di pos  keamanan yang dijaga satpol PP pas didepan pintu masuk yang berbentuk gapura besar layaknya tugu-tugu jaman majapahit. Didepan pendopo terdapat halaman yang begitu luas, rumput hijau yang sangat terawatt serta pepohonan trembesi nan besar. Pendopo dan lapangan didepannya biasanya digunakan sebagai protokoler dan acara-acara pemerintahan kabupaten lainnya.

Bangunan pendopo tersebut merupakan ruang terbuka dengan tiang balok kayu sebagai soko guru. Lantainya masih berupa tegel abu-abu model lama. Bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1771 berikut rumah yang ada dibelakangnya merupakan bangunan utama yang menjadi rumah tinggal bagi Bupati Banyuwangi. Bangunan bergaya kolonial ini punya teras depan dan belakang yang disebut pringgitan yang biasanya digunakan untuk menjamu para tamu besar yang berkunjung ke Banyuwangi.

Setelah berkeliling pendopo, saya menuju ke bangunan yang disebut dengan green house. Disini terdapat 2 bangunan green house, bangunan pertama terletak di sebelah barat, dan satunya berada disebelah timur. Kedua bangunan tersebut merupakan bunker yang didalamnya terdapat beberap kamar dengan kemiringan atap sekitar 60’, pada atapnya terdapatdieslimuti dengan rumuput hijau, sehingga mirip dengan bukit teletubies. Sedangkan green house sebelah timur digunakan sebagai kantor dan ruang rapat bupati. Saya juga sedikit heran, ternyata rumah bupati dan kantornya benar-benar dirancang sebagai bangunan eco-friendly.

Suasana pagi itu sangat sejuk dan matahari bersinar disela-sela pohon yang tumbuh diantara bangunan. Lalu saya melihat sebuah rumah kuno dibelakang Bunker, ternyata rumah tersebut merupakan Rumah Osing. Osing sendiri adalah suku asli Banyiwangi.  Rumah Osing tersebut merupakan rumah asli yang dirawat dan lengkap seperti rumah pada umumnya, ada ruang tamu, ruang tengah, kamar dan kamar mandi dan padasan. Rumah yang terbuat dari kayu jati ini sangatlah tradisional dan dibelakangnya terdapat sumur. Konon sumur inilah yang bau airnya wangi, oleh karena itu disebut dengan Banyuwangi. Pada hitungan harian jawa tertentu, Hanya orang-orang mempunyai keahlian supranatural yang mampu mencium wanginya sumur dibelakang rumah osing tersebut.

Gimana kak? Tertarik untuk berkunjung ke Banyuwangi?

2 respons untuk ‘Rumah Pendapa, Rumah Dinas Bupati dan Asal Usul Legenda Banyuwangi

    Wiangga said:
    29 Februari 2020 pukul 2:45 PM

    wow, cakep banget pendoponya. nuansa kuno tapi ada sentuhan modern juga tuh model tamannnya, asri dan bersih. nice post

      mysukmana responded:
      3 Maret 2020 pukul 11:37 PM

      terimakasih kak wiangga…ayo kapan dolan ke Banyuwangi

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s