Liburan Akhir Pekan dengan Berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran

Posted on Updated on

#Travel – Akhir pekan merupakan moment yang tepat untuk menikmati liburan bersama keluarga kecil saya, setelah beberapa waktu lalu main ke kawasan Ndayu Park, kini kami mengunjungi Museum Purba Sangiran yang utama. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 17 kilometer dari rumah, sampailah kami ketempat yang memerkan berbagai fosil jutaan tahun lalu yang tertata rapi disetiap ruangan dari Museum Purba Sangiran.

Setelah sampai di Museum Sangiran, kami membayar parkir dan tiket masuk, dimana perorangnya tidak sampai 10.000 rupiah. Kami tidak langsung masuk ke area museum, karena perut terasa lapar, mampirlah terlebih dahulu ke kios-kios makanan yang terletak disebelah selatan ruang parkir. Lumayan beli indomie telor sama soto untuk mengisi perut sebelum berkeliling Museum Sangiran.

Selain Kios Makanan, terdapat juga kios yang berjajar rapi yang menjual berbagai pernak-pernik dari batuan, baju, topi, makanan dan lainnya. Putri kami akhirnya beli gelang yang harganya bisa ditawar dan dibuat dari batu asli purba.

Menurut informasi yang saya dapat Museum ini terletak di daerah Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia, 17 km dari pusat kotaSolo. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar dimana didaerah tersebut terdapat Museum Ndayu Park yang pernah saya kunjungi sebelumnya.

Setelah membeli pernak pernih yang ada dikios tersebut, kami lalu masuk ke tiap ruang Museum Sangiran. Disinilah koleksi-koleksi situs purba berada, mulai dari situs manusia purba seperti Australopithecus africanus, Pithecanthropus mojokertensis (Pithecanthropus robustus), Meganthropus palaeojavanicus, Pithecanthropus erectus, Homo soloensis, Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, dan Homo sapiens.

Selain itu juga Fosil binatang air seperti Crocodilus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Mollusa (kelas Pelecypoda dan Gastropoda), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera. Lalu beberapa binatang bertulang belakang maupun mamalia seperti Fosil binatang bertulang belakang Fosil binatang bertulang belakang yang dipamerkan di museum ini antara lain Elephas namadicus (gajah), Stegodon trigonocephalus (gajah), Mastodon sp (gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp (babi), Rhinocerus sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp (rusa dan domba).

??

Disinilah putri kami bisa melihat secara langsung situs-situs purba dan mengenal berbagai macam manusia dan hewan jaman purba tersebut, senang sekali dia melihatnya, meski beberapa dia merasa takut namun penasaran.

Menurut kami, supaya bisa mengenal lebih dalam tentang kehidupan manusia purba,  situs Sangiran adalah pilihan yang paling tepat. Disinilah para pengunjung dapat memperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi.

Gimana kak? Udah pernah main kesini? asik lho buat belajar peradaban sejarah manusia purba..

6 respons untuk ‘Liburan Akhir Pekan dengan Berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran

    Cut Inong Mutia said:
    11 Februari 2020 pukul 9:40 AM

    Ini salah satu museum yang pengen banget saya kunjungi sejak belajar sejarah tentang manusia purba di Indonesia. Sayangnya belum kesampaian sampai sekarang dan masih masuk dalam wish list 🙂

      mysukmana responded:
      12 Februari 2020 pukul 6:54 AM

      main dong ke Solo mbak mut..banyak kuliner enak disini

        Cut Inong Mutia said:
        12 Februari 2020 pukul 9:37 AM

        Sip, insyaa Allah pasti nanti bakal main ke Solo (lagi :-))

          mysukmana responded:
          12 Februari 2020 pukul 2:08 PM

          Sip..kbr2 y mbk..

    Yuniari Nukti said:
    8 Februari 2020 pukul 10:03 AM

    Ah, baca postingan ini jadi ingat acara Asean Blogger yang ada agenda mengunjungi situs ini. Kalau nggak salah tahun 2014 silam.

    Menurut saya situs ini memberi banyak pencerahan tentang sejarah manusia. Bersyukur kok adanya di Indonesia ya Mas 🙂

      mysukmana responded:
      10 Februari 2020 pukul 6:27 PM

      walah, kapan itu mak, lama banget padahal ya..
      waktu itu malah ak udah ngeblog tapi gak gabung dikomunitas2 hehe..
      masih menutup diri hahaha

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s