Mengenal Serba Serbi Pajak Untuk Kita Semua Bersama KPP Pratama Surakarta

Posted on Updated on

#Lifestyle – Ngomongin soal pajak, dulu waktu masih jadi karyawan saya memang tidak begitu peduli dengan pajak. Setau saya, pajak yang saya bayarkan hanya pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan saja. Namun setelah resign kurang lebih dua tahun lalu dan beralih mendirikan usaha bersama teman-teman barulah saya bener bener melek tentang pajak. Mulai dari ngurus NPWP, lebih tahu tentang e-filling, e-faktur dan apa saja yang berhubungan dengan pajak usaha.

Beberapa hari lalu saya diundang langsung ke KPP Pratama kota Solo untuk ngobrol santai dengan para pengelola pajak yang ada ditempat tersebut. Jujur ini pertama kalinya saya masuk kantor pajak kota Solo yang terletak didaerah purwosari. Sebagai orang yang punya usaha, selama ini saya dan teman-teman kalau ngurus pajak cukup lewat internet karena kemudahannya beberapa tahun terakhir perpajakan sudah bisa diakses langsung melalui online

Online seperti ini lah yang sebenarnya sangat tepat untuk era sekarang, karena banyaknya orang yang sudah mulai kecenderungan gaya hidup millenial yang serba ingin praktis, cepat, mengikuti tren, melek informasi, dekat dengan dunia digital dan media sosial.

Lalu apa sih yang sebenarnya dibahas ketika saya berada di KPP Pratama Surakarta ini? disini obrolan santai antara KPP Pajak bersama para blogger solo begitu santai dan hangat dan membahas tentang pajak, nah berkut adalah poin poin apa itu Serba Serbi Pajak?

Serba Serbi Pajak

Seperti apa yang dikatakan ibu Sri Mulyani Indrawati, “Pajak itu layaknya tulang punggung di tubuh manusia. Kalau Republik ini ingin bergerak, berdiri tegak, dihormati rakyatnya dan disegani, maka harus ditopang dengan tulang punggung yang kuat. Kalau rapuh, entah osteoporosis, salah bentuk, maka badan ikut kena dampaknya

Yang perlu diketahui saat ini adalah bagaimana Negara bisa berkembang dan maju sebenarnya ada beberapa jalan, diantaranya adalah :

Utang Luar Negeri dan Dalam Negeri, namun apakah Negara kita akan utang terus ? hal ini juga dapat memberatkan posisi APBN RI, karena utang luar negeri tersebut harus dibayarkan beserta dengan bunganya. Negara akan dicap sebagai negara miskin dan tukang utang, karena tidak mampu untuk mengatasi perekonomian Negara sendiri.

Berikutnya adalah Menjual SDA, tidak mungkin dong apa apa yang ada dinegara Indonesia ini mau dijual semua ke orang asing, dengan cara seperti menjual sumber daya alam secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan atau ekosistem, serta membuat sumber daya alam tersebut menjadi langka.

Satu satunya solusi yang bisa menyeimbangkan permasalahan perekonomian Negara tersebut adalah dengan adanya Pajak. Perlu diketahui oleh para masyarakat Indonesia, terutama yang kena wajib pajak, “Penerimaan negara melalui pajak merupakan satu-satunya sumber penerimaan Negara yang minim risiko , serta dapat meningkatkan kemandirian bangsa”

Pajak Kita Untuk Kita?

Sebelum saya lanjutkan, mungkin ada beberapa pertanyaan dari pembaca blog ini, beberapa orang bertanya, buat apa sih bayar pajak? Toh kadang juga dikorupsi dan lain sebagainya. Oke deh saya kadang juga setuju dengan pernyataan tersebut. Akan tetapi juga perlu kita sadari, korupsi atau tidak itu urusan mereka sama yang diatas, yang penting kewajiban kita membayar pajak sebagai warga negara dan niatan kita membayar pajak adalah untuk kepentingan bersama  dan umum. Anggap saja kita sedekah dan mewakafkan sesuatu untuk Negara kita Indonesia. Bukankah member sesuatu untuk kepentingan bersama itu merupakan perbuatan baik?

Coba lihat saat ini dimana Negara kita sudah mulai banyak kemajuan, mulai dari jalan beraspal, penerangan dimana-mana, sarana public seperti, halte, stasiun, bandara, transportasi public lainnya terutama yang dikelola oleh Negara sudah mulai terawat dan bersih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Belum lagi dibidang-bidang lain seperti kesehatan,Pelayanan Umum, Ekonomi,  Pertahanan, Pendidikan, Pariwisata, Fasiltias Umum dan Perumahan yang disubsidi Negara  secara pribadi sudah bisa saya rasakan dampaknya juga.

Jadi kesimpulannya saya pribadi bayar pajak tetep bisa menikmati bahwasanya pajak itu untuk apa?

Kurangnya kesadaran para wajib pajak juga terkadang diperburuk lagi dengan keberadaan Free Rider. Apa sih free rider? free rider adalah orang yang ikut menikmati hasil pajak tetapi tidak mau membayar pajak, free rider ini biasanya lebih ke orang yang suka komentar buruk dan  nyinyir tentang pajak, sebagian juga menghasut orang lain untuk tidak membayar pajak. Kan parah banget gak tuh?

Coba kalau wajib pajak di Indonesia diterapkan seperti Negara-negara maju, bisa kelimpungan semua para wajib pajak di Indonesia. Akan tetapi pemerintah para wajib pajak, untuk sadar dulu. Saya pribadi sih sekarang sejak ada NPWP perusahaan mulai tertib untuk lapor SPT tahunan. Termasuk NPWP pribadi yang hanya laport SPT tahunan meski laporannya nihil.

Wakti ngobrol santai dengan kepala KPP Pratama Surakarta, beliau Pak Eko Budi Setiono menyatakan juga sih “Saya akui, dulu paradigma kepatuhan pajak selalu dengan pendekatan law enforcement. Tapi zaman sudah berubah, dan sekarang kami lebih memilih pendekatan persuasif untuk mengajak masyarakat patuh pajak”

Ayo Daftarkan diri Wajib Pajak

Saya pribadi sejak tahun 2010 yang lalu sudah punya NPWP meski awalnya dulu untuk syarat sebagai KPR rumah, dan 2017 saya juga punya NPWP  atas nama perusahaan. Saya menyadari bahwa saat ini semua sudah terkoneksi dan mudah untuk melaporkan pajak tahunan melalui online. Apalagi sebagai professional dan mempunyai usaha bersama. NPWP wajib sekali hukumnya. Kalau tidak, seorang wiraswasta seperti saya ini mana mungkin dapat proyek, terlebih proyek dari pemerintah.

Syarat membuat NPWP juga cukup mudah kok, tinggal datang ke KPP Pratama setempat, menunjukkan Fotokopo KTP, Isi Formulid dan jika punya pajak yang wajib dibayarkan tinggal hitung sendiri. Lalu bayar sesuai dengan kode Billing yang dikeluarkan dari kantor Pajak,  Pembayaran Billing pajak dilakukan ke rekening kas negara dengan ATM, Internet Banking, EDC, Mobile Banking, pada bank maupun pos persepsi.

Bagi para professional muda dan para pengusaha wajib pajak, jangan lupa  sampaikan SPT Tahunan PPh 1770 sebelum jatuh tempo tanggal 31 Maret tahun berikutnya ke KPP tempat terdaftar, baik melalui Pos, e-Filing atau langsung datang ke Kantor Pajak  setempat.

Berkeliling KPP Pratama Surakarta

Setelah ngobrol santai bersama dan banyak cerita serta tanya jawab mengenai serbaseri pajak, saya dan teman-teman blogger juga diajak tour untuk melihat langsung dan berkeliling KPP Pratama Surakarta, untuk mengetahui bahwa inilah wujud DJP BISA membuat Kantor Pajak Kekinian “Destinasi Pajak Millenial”.

Pada saat diajak berkeliling, banyak layanan dan fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para wajib pajak, disini saya melihat beberapa layanan mMulai dari :

Ruang Tunggu, Terdapat sudut – sudut ruang tunggu yang didesain sedemikian rupa memperkuat rasa kenyamanan ruang.

Galeri UMKM, Galeri UMKM wujud kerjasama dengan Rumah Kreatif BUMN. Galeri UMKM mendukung perkembangan UMKM. Para wajib pajak lainnya bisa melihat langsung produk UMKM dan bisa saling bercerita , bertukar pikiran ketika bertemu bahkan membeli produk-produk tersebut.

Business Center, KPP Pratama juga menyediakan komputer lengkap dengan koneksinya sehingga bisa menggunakannya untuk keperluan mengisi e-filling, e-faktur maupun memangaatkannya untuk bayar maupun lapor tentang pajak, disana juga ada mbak-mbak yang siap membantu.

Ruang Baca, Sebut saja perpustakaan mini , sobat bisa tetap membaca buku kesayangan atau buku pilihan lainnya selagi berada di KPP Pratama Surakarta. Atau bisa digunakan untuk mengisi formulir.

Sudut Khusus Colokan, Benar sekali DJP BISA memperhatikan kebutuhan para kaum milenial,bagi yang kehabisan baterei dari gadgetnya, di KPP Pratama Surakarta menyediakan khusus Colokan chargeryang akan selalu membuat baterai full daya untuk seharian.

Layanan Prioritas, Layanan prioritas ini bagus dan sangat membantu disabilitas, ramah lansia dan kebutuhan khusus seperti ibu hamil dan masih banyak lagi memerlukan Layanan prioritas lainnya, disini petugas KPP yang akan menemui para wajib pajak.

Ruang Bursa Saham, Para wajib banyak yang ingin terjun dan belajar seputar saham bisa berada disini, disini bisa sharing untuk saling bercerita , bertukar pikiran ketika bertemu.

Baby Play Room, Bagi wajib pajak yang mengajak putra putrinya tercinta bisa nih mengajak bermain selagi menunggu antrian saat berada di KPP Pratama Surakarta.

Ruang Laktasi, Spesial untuk ibu yang ingin buah hati tercinta selalu mendapatkan cinta kasih sayang dan tentunya ASI Ekslusif ada ruang khusus, KPP juga menyediakan Ruang laktasi dengan desain yang sungguh hommy banget.

Dan terakhir, dibelakang kantor pelayanan umum pajak juga terdapat tempat selfie serta spot foto yang dipasang permanen lho, boleh kok foto disini. Sengaja memang dari DJP atau pengelola KPP Pratama Surakarta ingin membuat tempat pajak terlihat terkesan nyaman baik bagi karyawannya maupun para wajib pajak yang berkunjung ke KPP Pratama.

Gimana kak? sudah bayar pajak belum?

 

2 respons untuk ‘Mengenal Serba Serbi Pajak Untuk Kita Semua Bersama KPP Pratama Surakarta

    James Y. Wijono said:
    5 Desember 2019 pukul 10:58 AM

    fasilitas KPP pajak Solo lengkap banged ya mas… di Bandung rasanya KPP nya belum selengkap itu… sampe ada playground & ruang laktasi segala.. Mantab!

      mysukmana responded:
      6 Desember 2019 pukul 6:52 AM

      iya om, ini juga belum ada setahun dirubah kayak gini…jadi suasananya lebih milenial gitu om..

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s