Menelisik Museum Batik Danar Hadi, Batiknya Para Bangsawan Surakarta

Posted on Updated on

#Travel – Assalamualaikum, Hello masih bersama saya di blog ala-ala ini he..he.., Kali ini saya akan membahas apa yang saya kunjungi beberapa waktu lalu bersama Flashpacker Solo City Tour 2019. Salah satunya adalah museum batik yang cukup terkenal, yaitu Museum Batik Danar Hadi. Penasaran kan museum yang dimiliki oleh salah satu orang tersohor di Solo, yaitu Bapak H. Santosa Doellah, Direktur Utama PT. Batik Danar Hadi yang juga seorang kolektor batik kuno.

Dimana sih letaknya Museum Batik Danar Hadi? Museum ini sangat strategis, sebagai orang Solo, hampir setiap minggunya saya selalu lewat museum ini. Terletak di jalan Brigadir Jendral Slamet Riyadi No. 261 Surakarta, tepatnya di dalam kompleks nDalem Wuryaningratan, sebuah kompleks yang dulu merupakan tempat kediaman keluarga K.R.M.H. Wuryaningrat, menantu dan juga sekaligus Pepatih dalem dari raja Kasunanan Surakarta saat itu yakni Pakoe Boewono ke X.

Museum Batik yang terletak di sebelah timur ndalem Wuryaningratan ini oleh ownernya Bapak H. Santosa diberi nama “Museum Batik Danar Hadi” dan dibuka secara resmi oleh ibu Megawati Soekarnoputri pada hari tahun  2000 semasa saat menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Museum ini dirancang dengan bentuk bangunan yang disesuaikan dengan arsitektur nDalem Wuryaningratan yang terletak di sebelah Museum Batik Danar Hadi dan Soga Resto.

Ruangan di dalam museum terbagi menjadi sebelas ruangan dimana saya waktu berkeliling merasa “wuih gede banget ternyata dalamnya”, Didalam museum tersebut  dipergunakan untuk memajang koleksi batik kuno Bapak H. Santosa Doellah yang terbagi menjadi sembilan jenis batik, sesuai dengan tema dari museum yaitu “Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan”.

Beberapa koleksi batik tersebut diantaranya adalahBatik Belanda, Batik Cina, Batik Djawa Hokokai, Batik Pengaruh India, Batik Kraton, Batik Pengaruh Kraton, Batik Sudagaran dan Batik Petani, Batik Indonesia, dan Batik Danar Hadi

 

Saat saya berkeliling bersama teman-teman, kami juga di jelaskan mengenai beberapa jenis batik, warna dan polanya. Ternyata  batik pada warna dan  polanya akan dipengaruhi oleh zamannya dan atau lingkungannya. Seperti “Batik Belanda”, batik ini disebut demikian bukan karena berasal dari Belanda, akan tetapi pola pada batik tersebut dipengaruhi oleh budaya Belanda / Eropa, karena batik – batik ini dibuat sekitar tahun 1840 – 1910 saat Indonesia berada di bawah penjajahan Belanda.

Ada juga jenis batik yang diberi nama Batik Cina, bukanlah karena dibuat di Cina, melainkan mendapat pengaruh dari budaya Cina (Tionghoa), dimana jenis batik tersebut terdiri dari beragam hias burung Hong (Phoenix Bird), Kelelawar, Kura – kura, dan ragam hias Banji (seperti Swastika) khas Tiongkok.

Setelah mengelilingi seluruh ruangan museum, tepat di daerah pintu keluar terdapat photo stop yang bisa digunakan untuk berfoto-foto dengan ornamen batik. Saya pun tak mau ketinggalan untuk mencoba foto di spot tersebut untuk mengabadikan bahwa saya bisa masuk Museum Danar Hadi dengan membawa kamera.

Kesempatan kapan lagi bisa masuk museum Danar Hadi dan bisa memotret suka suka hehe, karena aturan sebenarnya setiap pengunjung yang memasuki museum ini tidak boleh memotret sembarangan lho?

Terakhir kami juga di bawa ke showroom, atau toko batik yang memperjual belikan berbagai macam koleksi  Batik Danar Hadi. Showroom tersebut terletak di depan museum, dan bisa di akses langsung dari Jl. Slamet Riyadi? pengen tahu harganya berapa batiknya? pokoknya lumayan lah he..he..he..

Iklan

5 respons untuk ‘Menelisik Museum Batik Danar Hadi, Batiknya Para Bangsawan Surakarta

    Timothy W Pawiro said:
    14 Agustus 2019 pukul 7:07 PM

    Wahhhh, kalau ke batik Danar Hadi, bawaannya pengen beli kain ini itu … Padahal di rumah masih banyak kain yang belum dijahit 😀

      mysukmana responded:
      14 Agustus 2019 pukul 7:18 PM

      Mas mintol no wa mu dong..DM via twit

    Avant Garde said:
    14 Agustus 2019 pukul 9:50 AM

    kalau mau motret di dalam museum danarhadi gimana caranya mas?setau saya emang gak boleh motret makanya saya belum kesini hehe…

      mysukmana responded:
      14 Agustus 2019 pukul 10:02 AM

      Caranya ngetrip sama dinas pariwisata mas hahaha

        Avant Garde said:
        14 Agustus 2019 pukul 1:52 PM

        wah…mantep mas hehehe…

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s