Lezatnya Olahan Kambing di Warung Tengkleng Bu Jito Ndlidir Solo

Posted on Updated on

#Culinary – Soal Kuliner, Solo memang nomor satu pokoknya, hal ini diakui para teman-teman peserta Famtrip Flashpacker Solo 2019 yang di adakan Dinas Pariwisata Kota Surakarta. Saya pribadi mendengar dari telinga saya sendiri testimoni dari mereka, mulai dari Media / Blogger Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Nah kali ini saya dan teman-teman diajakin mampir disalah satu warung olahan daging Kambing di Solo yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, yaitu Warung Tengkleg Bu Jito Ndlidir Solo. Kenapa saya belum pernah kesini? karena dulu letaknya di daerah Nusukan, jadi tidak biasa lewat sana, jadi belum sempet saja kalau harus yang jauh-jauh dari lokasi saya bermobilisasi.

Namun, kali ini Warung milik Bu Jito Ndlidir ini sudah buka cabang di tengah kota Solo, tepatnya di Jl. Dr. Soepomo Solo yang lebih terjangkau letaknya dari saya biasa bermobilitas, karena tepat di tengah kota.

Kembali ke cerita awal, setelah selesai berkunjung ke museum De Djolomadoe, saya bersama rombongan mampir untuk makan siang, dipilihlah maksi di Warungnya Bu Jito Ndlidir ini. Bagi yang tinggal di Solo, makan olahan seperti ini adalah biasa, namun bagi teman-teman Flashpacker ini mungkin untuk mereka yang pertama kalinya. Tapi tetep saja yang namanya olahan daging Kambing tetep istimewa bagi saya, he..he..

 

Lalu apa saya sih kulineran olahan daging kambing yang dijual di Warung Tengkleng Bu Jito Ndlidir ini? ada beberapa menu olahan daging kambing yang jual selain Tengklengnya yang spesial yaitu : Sate Buntel, Sate Kambing, Tengkleng Masak dan Tongseng.

Setelah melihat menu, kamipun memesan satu persatu dan semua menu yang ada di warung Bu Jito Ndlidir kami pesan. Nah sekarang mari kita bahas satu persatu menu-menu olahan Kambing yang menjadi santapan istimewa saat di kota Solo.

Tengkleng

Pertama adalah yang paling khas dari warung Bu Jito, yaitu Tengkleng. Menu Tengkleng Bu Jito Ndilir ini lebih mengedepankan rasa klasik. Kuahnya yang encer menyatu dengan daging dan tulang belulang. Istimewanya, nyaris tak ada aroma prengus dari daging kambing tersebut. Belum lagi ada tambahan rempah yang begitu menggoda

Paling suka dari model olahan Tengkleg disini, antara kuah dan tengkleng kambingnya dipisah, jadi waktu disajikan tengkleng baru disiram dengan kuah yang panas. Apalagi pas dapat kaki kambingnya, hmm tulangnya empuk dan seger rasa kuahnya.

Sate dan Sate Buntel

Berikutnya adalah Sate, Sate kambing adalah sejenis makanan daging kambing yang dimasak sate atau dibakar. Sate Bu Jito dibumbui dengan rempah-rempah dan bumbu dapur, kemudian dibakar. Penyajiannya disajikan bersama lalapan kubis, tomat, dan bawang merah yang diiris tipis kemudian diberi kecap dan ditambahkan taburan merica yang pasti rasanya lezat.

Lebih Spesialnya lagi disini juga ada olahan Sate Buntel, dalam bahasa jawa buntel artinya di balut. Jadi isi dari sate buntel adalah daging kambing yang di cincang lalu dibungkus dengan lemak kambing dan dibakar seperti sate pada umumnya, dengan bumbu utama adalah merica dan kecap manis.

Nah..sate buntel inilah yang jarang-jarang di temukan di kota lain selain di Kota Solo. Karena selain daginnya hasil cincangan yang empuk, cara makannya pun lebih mudah dibanding sate pada umumnya.

Tongseng

Berikutnya adalah Tongseng, tongsen sendiri cara masaknya mirip gulau namum bumbunya rasanya lebih tajam. Perbedaan yang lebih jelas adalah pada penggunaan dagingnya. Tongseng dibuat dengan menggunakan daging yang masih melekat pada tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang.

Ciri khas dari Tongseng Bu Jito ini adalah kuahnya yang kental dengan campuran sayuran seperti kol, bawang putih, tomat, dan kecap. Bumbunya sendiri terdiri dari  dari campuran garam, bawang putih, kecap, dan lada yang di oseng terlebih dahulu lalu diberi kuah gulai.

Nah, menu tongseng ini termasuk favorit saya, disamping banyak dagingnya, kuahnya juga seger banget lho.

Tengkleng Masak

Terakhir adalah tengkleng masak, Tengkleng masak sebenarna sangat mirip sama tengkleng biasa. Perbedaanny adalah kalau tengkleng masak menggunakan kecap manis dan kuahnya hampur di “asatkan” atau istilahnya dimasak hingg kuahnya hampir habis. Biasanya sebelum penyaian dengan kuah, tulang dan daging (tengkleng) tersebut dibakar lebih dahulu.

Dari yang sudah saya jelasin diatas, kira kira kalian pilih mana? atau kalian para pembaca pengen makan semuanya ya. gak apa apa sih, asal cek kolesterol saja sebelum makan olahan daging Kambing seperti ini.

Oh iya, yang lebih menarik lagi bagi saya saat makan siang di Warung Tengkleng Bu Jito ini, saya ketemu dengan mantan mahasiswa saya, yang sekarang ngurusin dan ngelola cabang usahanya Bu Jito Ndlidir yang terletak di Jl. Dr Soepomo Solo ini.

Please ya temen-temen yang mbaca tulisan ini, mohon dilarisi warung yang dikelola sama mas Ari ini he..he..he..

Gimana, mupeng pengen makan gak? Yuk kulineran di Kota Solo tercinta !!

Iklan

10 respons untuk ‘Lezatnya Olahan Kambing di Warung Tengkleng Bu Jito Ndlidir Solo

    Gio | Disgiovery said:
    12 Agustus 2019 pukul 10:46 PM

    Aku masih pengen nambah tengkleng masak sama tongseng mas.. #kode

    Mas Ari deg2an gak ya begitu disamperin dosennya, hahaha.. takut dinilai 😉

      mysukmana responded:
      13 Agustus 2019 pukul 6:41 AM

      Wkwk..langsung cuzz Solo mas…
      Seneng dia dilarisi..kemarin DM di IG minta link postingan..

    mas bro said:
    12 Agustus 2019 pukul 10:56 AM

    bedanya tengkleng sama gule apa ya?

      mysukmana responded:
      12 Agustus 2019 pukul 10:57 AM

      Tengkkleng balungan dan tetalan kalau gule lebih ke daging aja kak

        mas bro said:
        12 Agustus 2019 pukul 10:58 AM

        oh, ras kuahnya sama ya mas. Rung tau nyoba je 🙂

          mysukmana responded:
          12 Agustus 2019 pukul 11:01 AM

          Sama om..sensasinya luwih antep tengkleng om..ayo ke solo

    otidh said:
    11 Agustus 2019 pukul 4:22 PM

    Soal kuliner olahan daging kambing, Solo memang surganya.. hehehe…

      mysukmana responded:
      14 Agustus 2019 pukul 10:07 AM

      pastilah om, tau sendiri lah..pada kalap kalau makan di kota Solo

    Avant Garde said:
    11 Agustus 2019 pukul 10:38 AM

    wah…ngiler wkwkw… ini mau bikin tongseng aja deh

      mysukmana responded:
      14 Agustus 2019 pukul 10:08 AM

      itu masaih banyak daging Qurban mas di kulkas he

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s