Napak Tilas dan Kuliner di Kabupaten Kendal yang Harus di Coba

Posted on Updated on

#Culinary – Assalamualaikum, Seminggu setelah lebaran kemarin saya bersama ibu kembali ke kota Kendal, tempat dimana Ibu dan saya dilahirkan. Kota ini adalah kota penuh kenangan, karena kehidupan masa lahir saya hingga kelas 2 SD ada di Kendal. di Kendal saya mengunjungi ke rumah mbak yang sekarang ditempati oleh adek ibu saya.

Tepatnya di desa Ketapang Kendal yang kini hanya ditempuh dalam waktu 2 jam saja via Tol Karanganyar-Kaliwungu, Sudah banyak perubahan sekitar kampung Ketapang Kendal, yang menjadi ciri khas dari rumah mbah sampai sekarang masih utuh adalah adanya sumur yang usianya sudah puluhan tahun dan bekas rumah adeknya mbak yang terletak disampingnya, rumah ini sekarang menjadi rumah kosong yang usianya juga sudah puluhan tahun.

Selama dua hari disana dan setiap kami datang, pasti bulek selalu menyambut kami dengan kulineran khas kendal. Karena kulineran kendal memang kesukaan saya dan keluarga, apalagi di Solo tidak ada. Jadi apa saja sih kulineran yang saya coba selama di kendal selama dua hari :

Ikan Belanak

Selain Bandeng khas pantura, ada salah satu Ikan yang mirip  dengan Bandeng, yaitu ikan Belanak. Belanak adalah sejenis ikan laut tropis dan subtropis yang bentuknya hampir menyerupai bandeng. Ikan ini bentuknya relatif kecil, paling enak kalau di masak menggunakan bumbu tomat maupun kecap dengan kuah. Meskipun kalau hanya di goreng saja dikasih sambal juga tetap menggugah selera.

Botok Udang Kali

Botok mungkin sudah tidak asing lagi bagi pecinta kuliner, khususnya yang ada di daerah Jawa. Namun berbeda dengan botok yang ada di Kendal. Botok disini terbuat dari kelapa muda yang di tumbuk dengan udah kali dan dibumbui hingga lembut. Cara masaknya di kukus dengan daun pisang, saat sudah matang, hmm bau khas udang dan daun pisangnya terasa banget, apalagi kalau dimakan sama nasi anget. endess pokoknya.

Peyek Udang Kendal

Kalau di solo yang sering di jumpai adalah peyek kacang atau kedelai, namun kalau di kota Kendal, Peyek Udang adalah makanan yang sangat umum. Peyek ini lebih cocok untuk tambahan lauk dari pada untuk cemilan. kekhasan bau udangnya dan peyeknya menandakan kalau peyek adalah salah satu makanan khas pantura yang patut di coba.

Ikan Asap Bumbu Mangut

Ikan Asap adalah ciri khas makanan pantura termasuk Kendal yang begitu populer, bahkan banyak sentra industri ikan asap yang berada di beberapa kabupaten sepanjang pantura. Nah ikan asap ini paling enak memang di bumbu mangut. bahkan kemarin sempat membawa ikan asap ini dan saya masak sendiri setiba di kota Solo. Hmm, yummy..lebih lengkap lagi kalau dimakan dengan kerupuk petis khas kendal.

Krupuk Petis

Tidak lengkap rasanya kalau menikmati kulineran di kota Kendal tanpa ada selingan krupuk. Krupuk Petis adalah kerupuk favorit saya, setiap dari kendal maupun kedatangan bulek saat pergi ke Solo, selalu di oleh-olehi Kerupuk Petis. Karena keluarga sudah hafal banget kesukaan saya apa, yaitu makan Krupuk, apalagi Krupuk Petis khas Kendal ini. Krupuk ini sama seperti krupuk-krupuk pada umumnya, hanya rasanya adalah rasa petis udang yang gurih.

Krai (Mentimun Muda yang di Kukus)

Rata-rata orang kendal, untuk menjaga kesehatan dan menjaga keseimbangan zat jahat yang terdapat dalam makanan selalu mengkonsumsi Krai.  Ketika dimasak, timun krai memiliki rasa yang istimewa, yakni : manis dan menyegarkan. Ternyata dibalik rasanya yang enak, sayur timun trai menyimpan beragam manfaat yang luar biasa untuk kesehatan. lalu apa saja manfaatnya? diantaranya adalah melancarkan pencernakan, menjaga dari dehidrasi, menjaga tekanan darah, menguatkan tulang dan lain sebagainya.

Nah itu kira-kira oleh-oleh dari Kendal kemarin, udah pernah makan apa saja kalau di kota Kendal?

5 respons untuk ‘Napak Tilas dan Kuliner di Kabupaten Kendal yang Harus di Coba

    Budi Cahbrogo said:
    11 Juli 2019 pukul 1:20 PM

    ora mampir neng pujasera mas, sampinge bank mandiri? Kulineran enak di situ rasane lumayan enak juga.

      mysukmana responded:
      11 Juli 2019 pukul 9:33 PM

      Wah kudu dicoba kalau ke jogja lg

    Nina said:
    10 Juli 2019 pukul 8:24 AM

    Ikan Asap aku juga suka. Kalau di Palembang di pindang, penampakannya mirip dengan mangut, ga tau kalau rasanya ya 😀

      mysukmana responded:
      10 Juli 2019 pukul 8:58 AM

      mungkin rasanya sebelas duabelas kak hehe

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s