Bagaimana Menghabiskan Waktu 3 Jam di Terminal 3 Changi Airport

Posted on Updated on

#Travel – Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari Jakarta, akhirnya saya mendarat di Terminal 3 Changi Airport. Nah disini kebetulan pesawat saya bersandar di Terminal 3 Changi Airport, Waktu itu saya sengaja menghabiskan waktu kurang lebih hampir 3 jam disini karena menunggu rombongan lain dengan pesawat yang berbeda. Karena bingung harus kemana, akhirnya saya sempatkan untuk jalan-jalan saja di T3 serta eksplore ini terminal. Di terminal 3 ini saya memang sengaja tidak keluar dan melewati imigrasi, cukup muter muter didalam saja. Lalu apa sih yang saya lakukan selama tiga jam disini?

Setelah sampai di T3 gate 10 saya langsung cari tempat istirahat dan santai, karena masih 3 jam lagi nunggu rombongan teman-teman saya yang masih on sky. Disini saya menemukan kursi sofa untuk duduk santai yang didepannya terdapat TV. Sambil ngecharge smartphone yang tersedia di setiap sofa tersebut, saya bisa santai sambil lihat tv kabel yang sudah disediakan di depan sofa tersebut.

Setelah kurang lebih 15 menit santai di sofa, saya melihat dari jauh ke arah gate A terlihat beberapa kursi yang unik, dan disana ada beberapa orang duduk santai banget sambil sedikit merebahkan tubuh dan selonjoran sembari melihat ke arah jendela yang di baliknya ada sky train berlalu lalang. Karena penasaran berjalanlah saya kesana, ternyata ada kursi pijat. Kursi pijat disini gratis tidak seperti di Indonesia yang harus bayar 15.000 per 10 menit ha..ha..ha

Karena memang kaki ini terasa kaku setelah duduk 2 jam di atas pesawat akhirnya saya mendapatkan kursi pijat kosong, disitulah saya melepas sepatu dan relax sambil cuci mata melihat berbagai orang yang lalu lalang dari berbagai ras dan budaya didepan kursi tersebut. Lumayan lah..30 menit kursi pijat ini jadi milik saya.

Perutpun sudah mulai terasa lapar dan dahaga sudah menyelimuti tenggorokan, akhirnya saya cari-cari papan nama yang menuju ke food court, lounge atau sejenisnya. Saya pun jalan lagi menuju area sekitaran lounge di T3. Setelah melewati gate lounge A8 saya melihat ada Street Food di lantai dua. Naiklah saya kesana, dan ternyata memang ada food court yang banyak macamnya.

 

Sebagai muslim, di negara orang seperti ini memang kudu ati ati dalam memilih menu, ada banyak sekali stand yang lebih bertuliskan chinese, dan saya pribadi takut kalau ada pork nya. Setelah saya pilih dan memilih, liat orang yang jualan ibu-ibu jilbaban, cari aman saja saya langsung menjuju kekedainya. Disinilah saya menemukan masakan ala melayu Malaysia. Saya dan teman saya memesan 3 menu diantaranya adalah Mie Godog, Nasi Ikan Campur dan Sup Daging (nama dalam bahasa indonesia) nama luarnya lupa he..he..

Oh iya, harga makanan disini lumayan murah sih kalau dalam SGD menurut saya, karena rata-rata 4-7 SGD dengan menu yang cukup komplit dan sudah sama paketan minuman juga. Tapi kalau di Indonesia harga segitu pasti udah mahal kan ya, rata-rata kan kalau di kurs kan udah di atas 50 ribuan saja.

Setelah selesai makan, saya termasuk tipe orang yang boros minum, jadi bawaannya pengen minum terus, kalau mau beli minuman lagi eman-eman duitnya. Untuk di tas saya masih ada sisa botol mineral yang bisa di refil pakai air keran yang tersedia di seluruh Bandara Changi. Jadi sini bisa refil terus buat minuman. Setelah refil minuman yang ada di sebelah toilet saya penasaran lagi nih, kok ada taman indoor. Setelah mendekat ternyata di T3 ada Butterfly Garden. Butter Fly Garden ini adalah taman kupu-kupu buatan. Masuk disini rasanya adem dan sejuk, banyak sekali jenis serta macam kupu-kupu seperti di ensiklopedia gitu.

Tidak terasa 2 jam lebih sudah berlalu, akhirnya saya memutuskan untuk mencari tempat duduk yang bisa buat ngobrol dan charge smartphone. di bawah Street Food tersebut ternyata ada lounge yang cukup asik buat nongkrong sembari liat pesawat takeoff maupun landing serta menikmati gemercik air dari kolam didekatnya. Setiap sofa juga terdapat colokan charger. Selain itu bagi yang ingin menikmati televisi sebesar 50″ juga ada di Lounge ini.

Lounge yang terletak di bawah Street Food T3 ini juga terdapat kedai kopi yaitu Hudsons Coffe, karena harganya lumayan tinggi, jadi mengurungkan niat untuk ngopi-ngopi hahaha…

Nah begitu cerita singkat saya 3 jam di Terminal 3 Changi Airport? Punya pengalaman di bandara ngapain aja kak?

 

4 respons untuk ‘Bagaimana Menghabiskan Waktu 3 Jam di Terminal 3 Changi Airport

    James Y. Wijono said:
    21 Agustus 2019 pukul 12:10 PM

    Bagasinya ditinggal selama 3 jam gapapa ya Mas? ehh tapi bawa bagasi ga? hihihi

      mysukmana responded:
      21 Agustus 2019 pukul 12:13 PM

      eret eret koper 7kg kak hehe..soalnya aku bawanya yang simple simple

    ndu.t.yke said:
    23 Mei 2019 pukul 5:02 AM

    Rp 50.000 persekali makan memang mahal jika dibanding warung Padang di Indonesia yg Rp 18.000 udah lauk ayam beserta minumnya. Tp ini harga di airport, Changi pulak. Sekedar masukan, mungkin jika menggunakan kata mahal, perbandingannya bisa nyari yg lebih apple to apple. Jangan apple to kesemek, Mas, wkwkwkwk….

      mysukmana responded:
      23 Mei 2019 pukul 10:48 AM

      50.000 sama kok dengan makan di Foodcourt Solo mbak. Yah,, Kalau Nasi Padang Mentari Pagi yang terkenal di Solo juga 50an ribuan mbak, beda kalau Nasi Padang Pak Haji dekat Rumah. 20.000 udah kenyang hehehe

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s