Museum De Tjolomadoe dan Sejarah Perkembangan Industri Gula

Posted on Updated on

#Travel – Dulu saya pernah membuat tulisan berjudul Sisa Masa Lalu dari Pabrik Gula Colomadu dan De Tjolomadoe Bekas Pabrik Gula yang Menjadi Kekinian, dimana pada postingan tersebut pabrik gula Colomadu belum ada tahap revitalisasi dan pembangunan kembali seperti sekarang ini. Pabrik Gula Colomadu kini di rebranding menjadi sebuah bangunan serbaguna termasuk museum didalamnya yang di sebut dengan Museum De Tjolomadoe. Nah kali ini saya akan mengajak berkeliling di museum lewat blog ini.

Pertama apa sih Museum De Tjolomadoe, sebelumnya saya memang sudah pernah masuk dan mungkin sering, karena bapak saya memang mantan staf BUMN di industri Gula. Namun saya malah baru tau lebih detail ketika masuk di museum ini. Museum ini merupakan wahana rekreasi edukatif yang berlokasi didalam bangunan De Tjolomadoe, meski museumnya menurut saya kecil, namun museum ini memadukan aspek preservasi, arsip, koleksi dengan teknologi digita. mengenai sejarah industri gula Indonesia, terutama di PG Colomadu.

Museum ini memamerkan berbagai sejarah industri gula, mulai dari jaman belanda, Mangkunegaran, Jepang hingga di Orde Baru yang menjadikan pabrik gula Colomadu tutup aka gulung tikar di tahun 1998. Kalau inget jaman ini bener-bener jaman krisis pemerintahan Orba yang kadang bikin saya mangkel..ha..ha..ha

De Tjolomadoe sendiri sudah di buka awal tahun 2018, namun untuk museum baru di buka Desember 2018 kemarin. Berbagai macam di pamerkan didalam museum tersebut menurut spot yang saya temukan, seperti narasi, peta , fot yang dikemas secara digital dan infografis, ada juga video maping, diorama, maket PG Colomadu di tahun 1998, animasi proses pembuatan gula, dokumenter dan beberapa benda-benda sisa sisa industri gula yang bisa dilihat secara fisik.

Nah berikut foto-foto yang saya abadikan ketika berkunjung ke Museum De Tjolomadoe?

Maaf kalau saya ikut nampang di bawah..hi..hi..hi..

Iklan

16 respons untuk ‘Museum De Tjolomadoe dan Sejarah Perkembangan Industri Gula

    Matius Teguh Nugroho said:
    5 Januari 2019 pukul 10:19 PM

    Nambah banyak wawasan nih di Museum de Tjolomadoe. Pas krisis 1998 dirimu usia berapa? Ehehe

      mysukmana responded:
      7 Januari 2019 pukul 9:23 AM

      alhamdulilah waktu itu saya masih imut imut mas bro

    dedekus said:
    4 Januari 2019 pukul 9:44 AM

    Museum Gula. Baru tau ada museum ini. Kelihatan kuper-nya ya hehe…

    Tjolomadu… Keren sih, foto2nya juga keren. Foto paling bawah terkeren :mrgreen:

    Salam.

      mysukmana responded:
      4 Januari 2019 pukul 7:55 PM

      iya om dede..kalau ke Solo jangan lupa mampir kesini ya om..

    Fubuki Aida said:
    3 Januari 2019 pukul 6:38 PM

    Ceritanya ini post dari jaman ke jaman ya pak

      mysukmana responded:
      3 Januari 2019 pukul 6:42 PM

      nah..kirangipun ngoten

    Gallant Tsany Abdillah said:
    3 Januari 2019 pukul 6:23 PM

    Industri Gula ini rasanya agak gimana gitu. Masih dibutuhkan oleh manusia, tapi banyak juga pabrik-pabrik gula yang bangkrut. Tempo hari aku main ke acara Pameran Museum Gula yang di sana isinya sejarah pabrik-pabrik gula di Jogja. Dari sekian banyak, tinggal Madukismo aja yang masih hidup, itu juga diambang kematian sepertinya.
    Waktu naik kereta, sempat ngobrol sama orang, yang berkecimpung di dunia industri gula. Kata beliau, harga gula sangat nggak seimbang untuk menutupi biaya operasional. Apalagi mesinnya guede gede gitu.

    Nah uniknya nih, pabrik-pabrik gula yang sudah mati kayak Tjolomadoe gitu masih mempertahankan mesin pembuat gulanya yang besar-besar itu. Jadinya buat yang pengen tahu tetep bisa tau proses pembuatan gula.

      mysukmana responded:
      3 Januari 2019 pukul 6:43 PM

      makanya bangkrut semua..lha ora revolusi kok

    deadyrizky said:
    3 Januari 2019 pukul 5:51 PM

    David foster aja sampe bikin konser di sini ya

      mysukmana responded:
      3 Januari 2019 pukul 6:23 PM

      gak cuma david foster..yang negro nyanyi rromantis siapa itu lupa…dan lain2nya..

    Himawan Sant said:
    3 Januari 2019 pukul 5:41 PM

    Keren banget penataannya …, sama sekali ngga muncul kesan seram seperti biasanya di museum.

    Foto terakhir bagus buat pembuktian diri meamng pernah liburan kesana 🙂

    ysalma said:
    3 Januari 2019 pukul 3:44 PM

    Apik juga museumnya.
    Itu yang warna warni, mural kah?

    Foto yang terakhir sebagai bukti kalau benar2 berkunjung, sangat dima’afkan 😀

      mysukmana responded:
      3 Januari 2019 pukul 3:46 PM

      iya bagus mbak..cuma kurang gede menurut saya..iyes mural dan lampunya bisa di matiin dan muralnya menyala…

      wkwk…saya klo ngeblog antara tulisan dan foto banyak fotonya malah..dan biasanya ada 1 foto yang ada sayanya…

    Danan Wahyu Sumirat said:
    3 Januari 2019 pukul 3:29 PM

    kmrn september belum ada museumnya, sekarang makin keern de tjolomadoe

    momtraveler said:
    3 Januari 2019 pukul 3:00 PM

    Beberapa bulan ini banyak nemu foto de tjolomadu seliweran di IG. Akhirnya bisa baca review nya juga. Next trip ke Solo mau mampir ah

      mysukmana responded:
      3 Januari 2019 pukul 3:12 PM

      review yang ala ala mom heheh

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s