De Tjolomadoe, Bekas Pabrik Gula yang Menjadi Kekinian

Posted on Updated on

#Travelling –  Kalau inget industri pabrik gula dimana bapak saya dulu pernah bekerja, pastinya saya punya cerita tersendiri di masa kecil saya. Dulu dari kecil saya tinggal di komplek pabrik gula seperti PG Cepiring (Kendal), PG Tasikmadu (Karanganyar) dan PG Gondang Baru (Klaten) termasuk PG Colomadu yang juga terletak di kabupaten Karanganyar merupakan peninggalan pabrik gula yang kini berubah menjadi wisata kekinian.

Setelah sekian purnama, akhirnya pabrik gula Colomadu yang mangkrak tersebut berubah bentuk menjadi De Tjolomadoe. Ex Pabrik Gula yang pernah didirikan tahun 1861 di Karanganyar oleh Mangkunegaran IV. Tahun 1928, pabrik ini mengalami perluasan area lahan tebu dan perombakan arsitektur. Masih ingat betul ketika krisis moneter dulu sekitar 1998 pabrik ini berhenti beroperasi. Sampai tulisan ini saya buat mungkin sekitar 20 tahun pabrik gula ini berhenti beroperasi dan kondisinya lantas terbengkalai.

Liburan sebelum puasa kemarin, setelah De Tjolomadoe di resmikan dan di buka dengan konser David Foster, Anggun C Sasmi dan Brian Mcknight akhirnya saya mengajak keluarga ke sini. Di Hari minggu yang cerah, kami melakukan perjalanan kurang lebih 4 kilometer dari rumah mertua saya, cukup dekat sekali kan?

Saya pun memasuki wilayah ini dan memarkirkan mobil yang berada disebelah timur De Tjolomadoe. Saat itu bertepatan dengan diselenggarakan pameran Teknologi dan BUMN di sini. Banyak sekali pengunjung dan BUMN yang menggelar beberapa stand, termasuk hasil karya BJ Habibie R80 yang di pamerkan di salah satu stand pameran.

Seperti  para pengunjung lainnya, saya dan keluarga mengelilingi bekas bangunan PG Colomadu seluas 1,3 ha di atas lahan 6,4 ha dalam setengah hari. Terasa capek sih, tapi cukup menyenangkan.Disini banyak sekali perubahan dan hampur semua bangunan direvitalisasi dengan tetap mempertahankan nilai dan kekayaan historis yang ada.

Mesin-mesin raksasa peninggalan belanda dipertahankan untuk memberikan wawasan sejarah bagi pengunjung. Bahkan terdapat pohon yang menempel di dinding dan tidak di ambil, bahwasanya ini menandakan berapa usia bangunan tersebut. Terlihat jelas mesin – mesin giling mengajak saya untuk berada masa lampau. Selain mesin-mesin terdapat juga venue yang memang di khususkan untuk konser hall.





Saya jadi ingat ketika bapak saya masih bekerja di pabrik gula. Beberapa ruangan seperti Stasiun Gilingan, Stasiun Ketelan, Stasiun Penguapan, Stasiun Karbonatasi dan Besali tidak terdengar asing bagi saya, karena dulu bapak sering mengajak berkeliling untuk melihat proses pembuatan gula ketika saya masih kecil. Namun ruangan-ruangan tersebut kini sudah di sulap menjadi ruang pameran, hall concert, café dan lain sebagainya.

 

Iklan

37 respons untuk ‘De Tjolomadoe, Bekas Pabrik Gula yang Menjadi Kekinian

    boemisayekti said:
    23 Mei 2018 pukul 9:04 PM

    pembukaannya waww…

    Rahman Batopie said:
    21 Mei 2018 pukul 7:19 PM

    Jalan-jalan Trusss . . . 🤣🤣🤣
    Bikin iri aja hihihi

      mysukmana responded:
      24 Mei 2018 pukul 9:19 AM

      ayo mas jalan-jalan..
      jalan-jalannya jg pas weekend mas..

        Rahman Batopie said:
        24 Mei 2018 pukul 9:27 AM

        😅 ada tips gak bg, biar bisa jalan2 trus tiap weekend?

          mysukmana responded:
          24 Mei 2018 pukul 9:31 AM

          tipsnya bang..nabung dan cari temen2 orang wisata biar dapat harga khusus 😀

            Rahman Batopie said:
            24 Mei 2018 pukul 9:38 AM

            Hmm . . . tips yg menarik.. Cari orang dalam untuk pelayanan khusus..
            Oke.. Ide di tampung 😎

    Avant Garde said:
    21 Mei 2018 pukul 11:50 AM

    cobain Besali Cafe yg harganya sempat bikin viral itu gak mas? hehehe

    Deddy Huang said:
    20 Mei 2018 pukul 10:16 PM

    seru! ngopi2 bisa sambil lihat sejarah.

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:40 AM

      iya om deddy..ngopi2 sambil liat yang spoky spoky jg bisa wkwk

    Avant Garde said:
    20 Mei 2018 pukul 4:23 PM

    pakde saya juga pensiunan PG mas, di jatibarang 😉

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:41 AM

      pensiun tahun berapa mas..pakde saya jg ada yang disana

        Avant Garde said:
        21 Mei 2018 pukul 11:39 AM

        2000an mas, sekarang di rumah 🙂

          mysukmana responded:
          21 Mei 2018 pukul 11:39 AM

          kalau bapak saya 2008 mas..

    Bang Harlen said:
    20 Mei 2018 pukul 4:04 AM

    Sangat kreatif bisa mengelola bekas pabrik gula menjadi cafe keren kayak gitu.. salutnya bekas2 mesinnya masih dipertahankan sebagai daya tarik.. suatu saat pengen juga main2 tasikmalaya.. 😁

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:41 AM

      tasikmalaya ada beginian mas?
      iya para petinggi BUMN sering kesini mas

    jelajahlangkah said:
    19 Mei 2018 pukul 2:57 PM

    Ketika mata tertuju ke tulisan “Stasiun bla bla bla” saya pikir ini stasiun kereta; ternyata itu tempat pengolahan gula yang memang bernama stasiun.

    Keren sekarang tempatnya ya, mas

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:43 AM

      iya disebut dengan istilah stasiun, baru tahu kan mas kalau gula juga punya stasiun..

    setia1heri said:
    19 Mei 2018 pukul 11:18 AM

    wah kerenn kang

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:43 AM

      dolan dolan ning solo lah kang..cerak banget iki..

    setia1heri said:
    19 Mei 2018 pukul 11:17 AM

    mantabz kang

    Grant Gloria said:
    19 Mei 2018 pukul 11:07 AM

    Keren banget tempatnya!

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:43 AM

      main lah kesini kak klo pas ke indonesia

    senangsenangyuks said:
    19 Mei 2018 pukul 10:47 AM

    Sangat suka warna lantai jingga-hitam

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:44 AM

      kotak kotak kayak papan catur ya kak..

    nyonyasepatu said:
    19 Mei 2018 pukul 8:50 AM

    keren dan ada cafenya segala ya skr

      mysukmana responded:
      19 Mei 2018 pukul 8:57 AM

      Iya mbk..juni ada konser noah ni dsni

        nyonyasepatu said:
        19 Mei 2018 pukul 8:58 AM

        Ih….koq keren banget gitu jadi tempat konser

          mysukmana responded:
          19 Mei 2018 pukul 8:59 AM

          Iya mbk..klo ada konser2 d solo skg dsni tempatnya..hotel2 gak payu skg d solo..

          mysukmana responded:
          21 Mei 2018 pukul 8:45 AM

          iya mbak noni..

    Frany Fatmaningrum said:
    19 Mei 2018 pukul 5:42 AM

    Tentu saja kalo saya hanya pernah ke pabrik gula gondang baru, kece ih si pabrik gula colomadu, kekinian. Kapan ke Solo ntar mampir ah.

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:45 AM

      klo ke solo mampir ya bu Frany..

    Nadya Irsalina said:
    19 Mei 2018 pukul 4:33 AM

    Wah bagus yaa tempatnya. Itu bagian cafenya yang banyak meja & kursinya kah?

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:46 AM

      iya banyak meja kursi buat nongkrong…starbuck lewat pokoknya..

    Gallant Tsany Abdillah said:
    19 Mei 2018 pukul 3:53 AM

    Itu mesin asli? Bukan replika ya? Waw!
    Sabtu sebelum puasa aku ada acara di sini sebenernya, tapi harus gagal menghadiri karena kurang sehat fisiknya 😦

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:46 AM

      asli bro, terbuat dari besi , kuat dan tahan lama 🙂

    Rahmabalcı said:
    19 Mei 2018 pukul 3:29 AM

    Bagus jg skrg colomadu,saya taunya cm lewat aja kl ke solo…

      mysukmana responded:
      21 Mei 2018 pukul 8:46 AM

      nah..kudu mampir dong mbak Rahma

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s