Berkunjung ke Arosbaya, Tambang yang Jadi Destinasi Wisata Madura

Posted on Updated on

#Travel – Hari terakhir di Surabaya bingung mau kemana, masih ada waktu kosong setengah hari untuk menghabiskan waktu di kota Pahlawan. Akhirnya saya dan rekan kerja mas Wahyu keliling kota nggak jelas sambil menunggu Azis yang masih berurusan dengan polda jatim.

Tidak lama kemudian saya cek WA, “mas posisi dimana?” tanya Erlina (pacarnya Azis), yang sehari sebelumnya memang sudah direncanakan Azis untuk mengajak kami jalan-jalan menikmati Bebek Sinjay dan mengunjungi Bukit Kapur Sisa Penambangan di Arosbaya.

Dengan modal Share Location WA dan GPS, akhirnya saya dan Wahyu menjemput Erlina yang sudah menunggu di dekat rumahnya. Kurang lebih setengah jam dari wilayah Air Langga hingga menuju jalan utama jembatan Suramadu. Setelah pick up Erlina, kami pun jalan-jalan ke Madura dengan menyebrangi jembatan Suramadu.  Di jalan kami sempet bertanya, “btw mau di ajak kemana nih mbak?”. “Udah pernah ngerasain Bebek SInjay belum?, sama ke Arosbaya ya mas”? katanya. “Pokoknya manut” jawab saya. Skip-skip setelah menikmati Bebek Sinjay yang antrinya satu jam, kami melanjutkan perjalanan lagi dari Bangkalan Madura lalu menuju Bukit Arosbaya. Perjalanan penuh petualangan dengan menggunakan mobil pun kami mulai, kurang lebih setengah jam perjalanan dari Bangkalan sampailah kami ke bukit Arosbaya yang letaknya dekat wisata religi (yang saya lupa namanya). Lalu seperti apakah Bukit Arosbaya ini?

Setelah sampai di daerah pasar dan masuk ke wilayah wisata religi tersebut, kami masuk ke sebuah gang kecil, disana terdapat papan petunjuk bertuliskan “Menuju Bukit Kapur Arosbaya”. Jalanan ini hanya bisa muat satu mobil, dan warga kampung sekitar menjadi pemandu serta member aba-aba jika ada mobil akan keluar dan masuk. Kami menyiapkan beberapa uang ribuan untuk mereka. Setelah melewati kampung, sebelum masuk ke wilayah bukit terdapat komplek makam yang tidak terlalu besar. Awalnya saya mengira tempatnya sepi dan serem. Setelah masuk di wilayah perbukitan tersebut ternyata banyak mobil pengunjung lain yang sudah terparkir rapi. Setelah memarkirkan mobil, kami pun masuk dan menikmati pemandangan alam yang tidak sengaja di buat warga sekitar karena penambangan ini. Beberapa pedangang lokal menyediakan warung-warung sebelum pintu masuk komplek bukit kapur ini. Warga juga inisiatif membuat fasilitas wisata seperti kamar mandi, tempat parkir dan warung yang menjual makanan dan minuman ringan.

Saat masuk pertama masuk ke Bukit Kapur Arosbaya, kami hanya sekedar jalan-jalan dan berfoto-foto, banyak pengunjung lain baik keluarga, hingga pasangan anak muda yang mengabadikan dengan foto di atas bukit kapur, bebatuan hingga di dalam goa-goa termasuk kami.

Menurut saya lokasi ini juga cocok buat yang mau melakukan prewedding atau foto session. Kebetulan waktu saya datang kesana di kala sore, jadi suasana tidak terlalu panas dan masih dapat sinar matahari yang cukup cerah kekuningan.
 

Beberapa aktifitas tambang juga masih aktif, saya berkesempatan juga untuk sedikit ngobrol dengan mereka para penambang yang terdiri dari suani dan istri. Pria dan wanita yang sudah setengah baya ini masih sibuk menambang dengan membuat balok-balok kapur serta menyaring serpihan kapur yang nantinya untuk dijual.

Setelah kurang lebih satu jam di Bukit Kapur Arosbaya dan waktu sudah sore, akhirnya kami memutuskan untuk pulang untuk menjemput Azis. Bagaimana? Kalau ke Bangkalan Madura, saya sarankan berkunjung ke sini, gak rugi pokoknya untuk foto foto.

Iklan

8 respons untuk ‘Berkunjung ke Arosbaya, Tambang yang Jadi Destinasi Wisata Madura

    Titim Nuraini said:
    8 Juni 2018 pukul 8:41 PM

    Wah udah pernah nyampek Madura ya.
    Gak sekalian ke Pamekasan dan Sumenep Mas?

      mysukmana responded:
      8 Juni 2018 pukul 8:44 PM

      tadinya pengennya gitu, tapi kok ya jauh banget..soalnya malamnya saya harus sudah pulang ke Solo mak Titim 🙂

        Titim Nuraini said:
        11 Juni 2018 pukul 9:37 AM

        Iya sih, sekitar 3-4 jaman kalau ke Pamekasan Sumenep

    Anggara W. Prasetya said:
    17 Mei 2018 pukul 11:02 AM

    Wah, belum pernah ke Madura saia..
    Keren ms bekas tambangnya.. Potongan-potongan batunya unik, apalagi kalo pas sore+cerah kayak gitu..

    Kayaknya nambangnya masih pake cara sederhana ya..??

    Rahmabalcı said:
    15 Mei 2018 pukul 3:09 AM

    br mau nulis instagramable bgt ni hahaha apalagi diedit2 dikit berasa di negara mana gitu

      mysukmana responded:
      15 Mei 2018 pukul 12:22 PM

      iya mbak rahma

    Gallant Tsany Abdillah said:
    9 Mei 2018 pukul 11:32 PM

    Tempatnya beneran instagram-genic. Apalagi ditambah cahaya sore yang hangat.

      mysukmana responded:
      12 Mei 2018 pukul 8:12 PM

      iya kak Gallant, pas saya kesana banyak sekali orang-orang yang berfoto2..termasuk saya hahah

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s