Hal Hal yang Harus di Perhatikan Ketika di Singapura

Posted on Updated on


#Lifestyle and Review – Tidak pernah terbesitpun di pikiran saya tadinya untuk ke Singapura, namun karena urusan pekerjaan akhirnya saya harus terbang ke negara tetangga yang dikenal cukup disiplin itu. Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Changi saya melihat tidak jauh berbeda dengan bandara-bandara di Indonesia. Namun setelah saya di jemput oleh driver untuk berkeliling kota, selama perjalanan inilah driver ngobrol dengan saya, terutama tentang suasana, kehidupan dan beberapa aturan di Singapura yang harus di taati, khususnya para pendatang harus tau akan hal ini.

Aturan-aturan tersebut berlaku bagi semua elemen masyarakat SIngapura dan para Turis yang berkunjung ke Negara yang di kenal akan Merlionnya ini. Baik aturan naik kendaraan bermotor sampai peraturan untuk jalan kaki, siapa saja yang berada di Negara ini harus menaati peraturan. Aada petugas atau ngga, semua mentaatinya. Bila sekali melanggar, akan dikenakan denda dan hukuman cukup berat. Karena saya lihat di singapura tidak ada polisi atau orang berseragam yang menjaga akan aturan tersebut, namun disana ada ribuan cctv yang mengawasi gerak-gerik langkah kita selama di Singapura.

Nah, disini saya mau merangkup beberapa hal yang bisa di perhatikan untuk para pembaca yang baru pertama kali bepergian di Singapura. Kalau ada yang kurang, mungkin bisa di tambahi ya :

Imigrasi Ketat

Pada umumnya, setiap orang yang masuk ke Negara lain pastinya akan bertemu dengan imigrasi. Dan imigrasipun sangat ketat secara umum. Pengalaman saya ketika di Singapura. Negara ini memberlakukan sistem pemeriksaan acak pada seluruh wisatawan yang datang kesana. Seperti teman saya waktu itu, mungkin  sedang kurang beruntung, gara-gara pemeriksaan imigrasi kami harus menunggu satu jam lebih.

Pemeriksaan ini adalah prosedur pihak imigrasi Singapura dan berlaku untuk siapa saja. Ngga peduli selebritis atau bukan, akan tetap mengalami pemeriksaan acak adalah hal yang wajar, selama pemeriksaan di imigrasi saran saya sih keep calm menghadapi petugas imigrasi yang terkadang sok tegas dan galak he..he..he..yang penting jangan ada gelagat yang mencurigakan dan selalu bawa paspor serta kartu imigrasi yang harus diisi, yang biasanya di bagikan di pesawat sebelum mendarat.

Air Keran Bisa Langsung Diminum

Setelah dari Bandara Changi, saya sempat berkunjung ke New Water Singapura. New Water adalah salah satu pengelolaan air dimana segala bentuk pengelolaan air di kelola disini untuk bisa di manfaatkan seluruh warga yang ada di Singapura. Kalau di Indonesia bisa dikatakan seperti PDAM. Cuma bedanya disini warga bisa memanfaatkan air keran ini sebagai air minum secara langsung tanpa harus di masak terlebih dahulu. Lumayan kan, dari pada membeli air mineral yang harganya cukup mahal bisa sampai 1-2 dollar per botolnya.

Jadi untuk menghemat pengeluaran, selama disana saya hanya membawa botol air mineral. Selama berkeliling Singapura cukup manfaatkan air keran yang tersedia di tempat-tempat umum.

Tidak Boleh Makan Selama berada di Alat Transportasi

Terkecuali mobil pribadi hal ini di perbolehkan, jangan heran kalau selama disana naik alat transportasi umum seperti MRT, Bus, Taxi dan lainnya dilarang makan. Bahkan selama saya naik bus disana sudah ditegur sama driver.

Selama di transportasi umum, warga yang berada di Singapura hanya boleh minum air mineral saja. Tidak boleh ada makanan maupun snack yang boleh dimakan . Mungkin ini cara mereka untuk menjaga public transport agar tampak selalu bersih dan terjaga. Bayangkan saja kalau di Indonesia, makan makanan di bus , kereta atau apa, buangnya sampahnya bisa sembarangan dan langsung saja di lempar di bawah kursi.

Merokok di Tempatnya

Kebebasan merokok Singapura tak seperti di Indonesia. Pajak rokok disana cukup mahal dan warga Singapura harus menaati peraturan merokok pada tempatnya. Beberapa fasilitas public sudah menyediakan spot untuk merokok sekaligus tempat sampah dan asbak. Jika ketahuan merokok di luar tempat yang di sediakan , siap –siap saja dikenakan denda oleh pemerintah Singapura sangat tinggi.

Bahkan  saya sangat suka sekali waktu itu, ketika didepan hotel dimana saya menginap yang merupakan halte menunggu bus dan disampingnya terdapat spot untuk merokok. Saya melihat orang-orang yang merokok langsung mendekat ke spot merokok ( tempat sampah dan asbak yang ada di depan hotel) berkumpul dengan kompaknya menghirup dan menghabiskan rokok bersama sebelum bus yang mereka tunggu datang. Pokokny bagi siapa saja yang ke Singapura jangan main-main dengan rokok, apalagi sampai merokok di sembarang tempat di Singapura dendanya ngeri.

Makanan Halal

Singapura adalah Negara dengan penduduk  muslim minoritas dan banyak suku serta etnis berada di Negara yang  hanya satu kota ini, baik dari orang-orang Eropa, Amerika, Asia berada di Singapura. Namun toleransi umat beragama, kedisiplinan serta kehidupannya tidak memandang suku dan bangsa. Saya melihat mereka yang berada di Singapura rata-rata mempunyai intelektualitas yang tinggi dan isinya hanya kerja-kerja dan kerja.

Kembali lagi ke soal makanan, khususnya bagi warga muslim seperti saya. Makan di Singapura harus pandai-pandai memilih restoran, usahakan restoran halal food. Namun jangan khawatir, sebelum membeli makanan di beberapa restoran di Singapura, kita bisa bebas bertanya makanan tersebut halal atau tidak, mengandung pork atau tidak dan di Singapura sendiri beberapa restoran halal juga terdapat logo halal serta sertifikasi halal dari badan muslim disana, kalau di Indonesia semacam MUI.

Colokan Listrik

Jaman Now biasanya orang tidak bisa hidup dengan smartphone  atau laptop. Apalagi disana saya harus menggunakan lappy untuk beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan. Colokan Listrik sangat penting. Di Singapura rata-rata menggunakan colokan listrik model cabang tiga. Berbeda di Indonesia yang menggunakan colokan listrik model US (dua jack). Jadi sebelum ke Singapura hendaknya membawa converter listrik, supaya bisa di gunakan ketika di Hotel atau public area untuk mencharger batterai.

Kurs Mata Uang Tinggi

Negara Singapura merupakan Negara yang mempunyai standarisasi hidup yang cukup tinggi. Bahkan selama disana orang lebih menggunakan transportasi umum dan mobil. Hampir tidak pernah saya temui motor beroda dua seperti di Indonesia. Ada pun selama saya disana, saya hanya menemui 2-3 kendaraan bermotor roda dua ketika perjalanan keliling kota. Kehidupan di sana cukup mahal jika di kurs kan dengan rupiah, bisa dibilang selisih 1 digit dari Indonesia. Mulai dari makanan, public transport, hotel, dan lain sebagainya.

Jadi sebelum pergi ke Singapura, usahakan membawa uang saku yang kira-kira cukup selama tinggal disana. Bayangkan saja jika di Indonesia kita sekali makan 10.000-20.000 untuk warung kelas bawah. Di Singapura warung dengan standar yang sama harga sekali makan bisa sampai 60.000-80.000,-. Bahkan pulsa paketan datab 2 GB rata-rata harganya sekitar 150.000 lebih.

Nah, itu hasil dari pengalaman saya selama disana? mungkin pembaca ada tambahan atau revisi?

Iklan

24 respons untuk ‘Hal Hal yang Harus di Perhatikan Ketika di Singapura

    @ardiardd said:
    30 Agustus 2018 pukul 9:55 AM

    Nice blog. Semoga makin rame blog nya. Asik tulisan nya. Kalo blog ny ini udah rame. Moga blog gw yang belum dibikin bisa lebih rame dari blog ini. @ardiardd yang suka #dolanwae.id

    Anonim said:
    30 Agustus 2018 pukul 9:53 AM

    Nice blog. Semoga makin rame blog nya. Asik tulisan nya. Kalo blog ny ini udah rame. Moga blog gw yang belum dibikin bisa lebih rame dari blog ini. @ardiardd yang suka #dolanwae.id

    Dita said:
    23 Maret 2018 pukul 8:37 AM

    kak apakah gara-gara ke Singapura jadi kurusan? bagi-bagi resep dooonk

      mysukmana responded:
      23 Maret 2018 pukul 9:26 AM

      kemarin di IG banyak yang bilang kayak gini..sekarang disini..167cm sama 67,8Kg itu ideal kan 🙂
      Resepnya makan enak 3x sehari tapi nasinya separuh saja..hehehe…banyak air putih..udah itu aja…sama kurangin tidur…6-7 jam cukup lah kak..

        Dita said:
        23 Maret 2018 pukul 9:40 AM

        lahh kaaak, aku makan nasi sehari cuma sekali pas makan siang…..tidur juga 5-7 jam aja, kagak turun2 juga T_T

          mysukmana responded:
          23 Maret 2018 pukul 9:44 AM

          makannya iya cuma sekali tapi mungkin ngemilnya yang banyak tuh T_T

            Dita said:
            23 Maret 2018 pukul 9:52 AM

            hahaha ngemil nasi padang x))))

              mysukmana responded:
              23 Maret 2018 pukul 2:36 PM

              duh dek…itu mah lemak

    Gallant Tsany Abdillah said:
    22 Maret 2018 pukul 9:34 PM

    Wah baru tau kalo Singapur pake jack 3 kaki.
    Yang penting mah makanannya itu sih. Haha

      mysukmana responded:
      23 Maret 2018 pukul 9:27 AM

      makanannya mehong2 mehong hehehe

    Mydaypack said:
    22 Maret 2018 pukul 6:43 PM

    wow merokok di tempat itu lho kliatan lucu hahaa, jadi kalau ada yang mau merokok 10 orang gimanaa tuh jadinya..

      mysukmana responded:
      23 Maret 2018 pukul 9:28 AM

      iya..temen saya itu yang di foto seneng banget klo udah ketemu tempat begituan…
      kemarin saya lihat baru 3 orang saja termasuk satu perempuan nungguin bus sambil nari zippo hahah

        Mydaypack said:
        23 Maret 2018 pukul 9:54 AM

        klo di indonesia pasti rame bangeet yahhh hahaha

    kegagalau said:
    22 Maret 2018 pukul 6:30 PM

    Biaya hidup Singapura setara seperti Jepang. Harus berhemat :’)

      mysukmana responded:
      23 Maret 2018 pukul 9:29 AM

      iyah..kudu prihatin kalau disini kak

    sikiky said:
    22 Maret 2018 pukul 3:03 PM

    Ngga berlaku untuk makanan saja, kalo lagi window shopping, mana tas/sepatu yang pakai kulit babi pasti ada keterangannya.pernah juga mau beli cup cake ngga dibolehin “ada alkoholnny ma’am”

      mysukmana responded:
      23 Maret 2018 pukul 9:31 AM

      iya bu kiki..intinya harus hati hati yah..and selektip

    Novita Rosyida Hilmi said:
    22 Maret 2018 pukul 2:07 PM

    seruu juga ya, jadi pengen nyoba ke luar negeri jalan-jalannya eheeee

      mysukmana responded:
      23 Maret 2018 pukul 9:30 AM

      langsung dong mbak…

    jelajahlangkah said:
    22 Maret 2018 pukul 11:04 AM

    Singapura memang terkenal dengan budaya tata tertib dan disiplin yang tinggi ya, Mas.
    Saya pernah kepikiran misalnya dulu Indonesia dijajah Inggris dan menjadi negara persemakmuran apakah akan rapi dan punya budaya disiplin seperti negara jiran ini.

      mysukmana responded:
      23 Maret 2018 pukul 9:30 AM

      saya juga sempat berpikiran seperti itu

    armandsekai said:
    22 Maret 2018 pukul 9:41 AM

    wah keren pak saya jadi ingin berlibur lagi ke singapura, hehe 😀

      mysukmana responded:
      23 Maret 2018 pukul 9:29 AM

      langsung beli tiket dan saya siap jadi pemandunya hahaha

        armandsekai said:
        26 Agustus 2018 pukul 3:36 PM

        hehehe ya pak tunggu klo saya sudah punya dana dan kerjaan ya

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s