Sholat di Masjid Bersejarah ‘Malabar Muslim, Jama-ath Mosque’ Singapura

Posted on Updated on

#Travel – Sebagai seorang muslim, sholat 5 waktu adalah wajib hukumnya meskipun masih dalam perjalanan atau menjadi musafir. Apalagi ketika saya sedang di Singapura, dimana penduduk muslimnya hanya sekitar 13%. Dari total seluruh penduduknya membuat saya terasa menjadi kaum minoritas disini.

Namun selama perjalanan di Singapura saya sangat senang, karena ada beberapa masjid yang berada di Singapura. Salah satu masjid yang saya gunakan untuk sholat dhuhur waktu itu adalah Masjid Malabar atau Malabar Muslim Jama’ath Mosque. Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Biru atau Majid Kubah Emas .

Masjid ini terletak di persimpangan Victoria Street dan Jalan Sultan di kawasan Kampong Glam yang  sudah berdiri sejak 1927. Bentuknya yang tersusun masih tampak tradisional dan sesuai dengan aslinya. Kalau saya lihat, masjid ini model-modelnya seperti masjid-masjid NU yang berada di Indonesia. Tak lama kemudian setelah selesai sholat, saat saya akan turun dari tangga masjid, saya melihat dua orang wisatawan perempuan Jepang melihat ke arah saya dan masjid. Dalam hati, mungkin ini turis jepang penasaran dengan masjid yang ada di Singapura. Awalnya mereka berdua berpakaian cukup seksi, saya lihat tiba-tiba mereka masuk masjid untuk mengambil foto. Karena ini merupakan tempat ibadah, kebetulan di sebelah tangga terdapat sarung dan gamis. Langsung saja saya ambil dan saya suruh mengenakannya dan foto sama saya hehe…

Selain membuat penasaran turis Jepang tadi. Masjid bertingkat ini di bagian bawahnya terdapat sebuah ruangan yang cukup besar dan digunakan sebagai tempat pengajian serta aktifitas keagamaan lainnya. Jadi kalau sedang di Singapura dan sedang berjalan di kawasan Victoria Street, teman-teman muslim bisa mampur di Masjid yang cukup kuno ini.

Iklan

9 respons untuk ‘Sholat di Masjid Bersejarah ‘Malabar Muslim, Jama-ath Mosque’ Singapura

    Gallant Tsany Abdillah said:
    9 Maret 2018 pukul 8:51 PM

    Temenku yang orang jepang malah pernah nontonin aku sama temenku (orang indo) shalat duhur. :)))

      mysukmana responded:
      9 Maret 2018 pukul 10:15 PM

      semoga mereka dapat hidayah ya mas hehe

    Mydaypack said:
    9 Maret 2018 pukul 3:00 PM

    traveler sejati adalah mereka yang tak pernah meninggalkan sholat walaupun saat traveling hehehe mantap mas sukamana

      mysukmana responded:
      9 Maret 2018 pukul 10:16 PM

      nama saya suka kemana mana? sukmana mas hahaha…pokoknya selalu istiqomah ya..

    dr.iChal said:
    9 Maret 2018 pukul 10:58 AM

    Apa betul ga ada corong pengeras suara di luar?

      mysukmana responded:
      9 Maret 2018 pukul 11:14 AM

      Kalau corong pengeras suara ada..tapi hanya di gunakan untuk adzan..karena kalau untuk kajian2 atau ceramah hanya intern masjid saja…seperti itu yang saya tangkap dari beberapa simpang siur yang ada di Singapura

        Gallant Tsany Abdillah said:
        9 Maret 2018 pukul 8:50 PM

        Aturan ini sebenernya juga berlaku di Indonesia, lho. Ada peraturannya memang. 😀

    Frany Fatmaningrum said:
    9 Maret 2018 pukul 5:17 AM

    Bagus inisiatifnya, Mas. Saya pun kalau masuk tempat ibadah agama lain seperti pura atau kuil pun mengikuti dan menghormati adab di tempat tsb. Sebaiknya begitu bukan, perbedaan bukan diagung-agungkan. Namun dihargai & dihormati. Cukup.

    wisnuwidiarta said:
    9 Maret 2018 pukul 12:14 AM

    Pernah juga ke sini. Ada beberapa warung yg enak. Kaau gak salah ada warung Padang.

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s