Menikmati Perjalanan dengan Kereta Api Argo Dwipangga di Gerbong Baru

Posted on Updated on

#Random – “Jika ingin melakukan perjalanan jarak jauh tapi santai, kereta adalah salah satu pilihannya”. Hal yang paling saya suka ketika melakukan perjalanan jauh selain naik kendaraan pribadi adalah dengan menggunakan transportasi umum. Salah satu transportasi umum yang bagi saya nyaman dan lebih santai adalah naik Kereta Api. Selain menghemat budget. Kereta api dirasa lebih nyaman dan aman dibanding dengan transportasi jalan raya.

Mungkin ini bukan pengalaman naik kereta pertama kali bagi saya, namun saya berniat menuliskannya karena Kereta yang saya naiki adalah kereta Dwi Pangga keluaran 2017 yang lalu (dan ini termasuk rangkaian terbaru) dibanding yang saya naiki di tahun 2015. Kereta Argo Dwi Pangga yang saya naiki adalah kereta malam dari Stasiun Solo Balapan. Berangkat ba’da isya dengan jurusan Gambir Jakarta Pusat.

Karena sudah lama tidak naik kereta jarak jauh, beberapa hari sebelumnya saya melakukan booking tiket kereta api lewat salah satu OTA yang sudah terinstall di hp. Karena saya termasuk orang yang males ribet, zaman now OTA sangat  sangat membantu dibanding harus mengantri di loket pembelian di stasiun.
Dengan booking tiket secara online, saya lebih dapat leluasa memilih kereta, jam keberangkatan, dan tempat duduk. Bayangkan jika saya harus antri di loket antrean kayak zaman old dulu hehe.

Kurang lebih 45 menit sebelum keberangkatan saya sudah sampai di Stasiun Balapan, karena saya termasuk orang yang suka On Tim  dari pada ketinggalan kan bisa rugi tuh. Jika bisa ontime kan lebih leluasa untuk meletakkan barang, antri boarding dan lain sebagainya.

Tak lama kemudian Dwi Pangga Datang, pertama melihatnya dalam hati saya sempet bertanya, kok keretanya beda ya sama yang saya naiki 2 tahun lalu. Argo Dwi Pangga kali ini rangkaiannya cukup eksklusif banget. Gerbong baru, cat baru dan semua serba masih terasa baru bau-baunya, meskipun saya naik nya di akhir tahun 2017. Keberuntungan bagi saya ketika dapat gerbong yang masih sangat sepi. Waktu itu saya sempat salah gerbong karena di kasih tau petugasnya garbong saya nomor dua dari belakang, ternyata nomor dua dari depan. Saya berharap sebelah tempat duduk saya tidak ada orang supaya bisa selonjoran. Akhirnya sampai Jakarta bisa selonjoran dengan dua kursi, karena rata-rata satu gerbong isinya 60-70% dari total kursi.

Oh iya..fasilitas yang ada di Argo Dwi Pangga cukup lumayan. Selain keretanya yang nyaman, suara gesekan roda dan relnya pun tidak terlalu terasa dibanding Dwi Pangga rangkaian lama. Sehingga cukup senyap dan nyaman selama perjalanan. Dwi Pangga yang baru ini sudah lengkap dengan segala fasilitasnya seperti kereta pada umumnya. Kursi baru nan empuk, toilet bersih, gerbong makan dan lain sebagainya. Hal yang terpenting adalah mengenai kebersihan kereta. Karena termasuk rangkaian baru, kereta eksekutif yang saya naiki ini cukup bersih sekali.

Iklan

17 thoughts on “Menikmati Perjalanan dengan Kereta Api Argo Dwipangga di Gerbong Baru

    Gallant Tsany Abdillah said:
    5 Januari 2018 pukul 8:14 PM

    Wkwkwk. Kereta terakhir kereta 9. Wajar sih kalo kosong. Hahaha.
    Kereta 2017 udah dihilangin bagian sandaran kaki-nya ya?

    Enak nih keretanya kosong. Lain kali nyoba kereta kelas Premium. Masuknya ekonomi, tapi rasanya mirip eksekutif. Hehe

      mysukmana responded:
      10 Januari 2018 pukul 9:40 AM

      iya bang cukup sepi..dan akhirnya saya pindah gerbong depan..

    nbsusanto said:
    4 Januari 2018 pukul 7:10 PM

    argo dwipangga pakai rangkaian buatan 2016 mas.. meskipun baru, sebenernya banyak yang komplain lho.. salahsatunya karena lampu yang terang banget dan nggak dibuat mode redup yang lebih enak buat tidur, toh kalo baca ada lampu baca.. lalu sandaran kaki yang nggak bisa ngunci seperti di generasi sebelumnya.. meskipun begitu, memang rangkaian lama mungkin sudah waktunya butuh pemeliharaan agar kembali nyaman kalau mau dibandingkan dengan kereta baru ini..

      mysukmana responded:
      10 Januari 2018 pukul 9:41 AM

      ada yg bilang 2016 ada yg bilang 2017..hehe saya bingung..s
      setahu saya pas jam 10 malam lampu mulai dimatikan mas..
      dan redup saja yang nyala..

    ghozaliq said:
    4 Januari 2018 pukul 2:23 PM

    Salah satu alasan utama kenapa naik kereta kalau saya ya karena jam keberangkatan dan jam tiba yang sangat akurat. Sehingga tidak menganggu jadwal.

    Dulu pernah nyoba naik gerbong eksekutif, ternyata gak nyaman bagi saya di bagian kaki, kepentok pijakan kaki yang bisa dinaik-turunkan itu lho Mas,….
    Dibuka buat pijakan terlalu rendah, ditutup niat buat nglurusin kaki eh kepentok tulang kering….ahahaa

      mysukmana responded:
      4 Januari 2018 pukul 5:46 PM

      yup mas..walau meleset 15 menitan kemarin..tapi masih ok sih dari pada pesawat kadang delay hehe
      makanya pake dua kursi biar bisa selonjoran..

    Budi Santoso said:
    4 Januari 2018 pukul 12:38 PM

    itu yang dibelakang kosong semua kursinya mas?

      mysukmana responded:
      4 Januari 2018 pukul 5:40 PM

      iya mas..saya sendirian…kan serem haha

        Budi Santoso said:
        4 Januari 2018 pukul 5:42 PM

        wkwkwk, malah asyik lah, kok serem. ha..ha….

        mysukmana responded:
        4 Januari 2018 pukul 5:45 PM

        lha saya gerbong paling belakang,dan paling belakang priority tapi gerbong kosong, mati lampu haha

    Ria said:
    4 Januari 2018 pukul 12:29 PM

    Wah bagus ya Pak keretanya. Saya juga pernah waktu itu naik KA Lodaya klo ga salah dari Bandung ke Yogyakarta dan masih bagus interiornya …. eh pas pulang eksekutif juga tapi nggak sama fasilitasnya

      mysukmana responded:
      4 Januari 2018 pukul 5:41 PM

      iya mbak ria..klo ini memang keren sih..kereta 2017 kemarin

        Ria said:
        5 Januari 2018 pukul 10:14 PM

        Kereta baru juga ya Pak, keren ihhh

      nbsusanto said:
      4 Januari 2018 pukul 7:11 PM

      pengalaman saya, naik kereta untung-untungan sih meskipun eksekutif.. bisa dapat rangkaian nyaman atau zonk.. kadang malah dalam 1 rangkaian kereta, yang paling depan, tengah dan belakang beda kenyamanannya..

        Ruangcantikmu said:
        9 Januari 2018 pukul 5:17 PM

        Penumpang lain juga berpengaruh besar terhadap kenyamanan sih, Mas

        Saya cewek, sesekali harus naik kereta tanpa suami bisa menemani. Kalau pas kaya gitu, kadang suka zonk ketemu penumpang lain yang bapak-bapak dan jorok. Risih banget rasanya klo kejadiannya

          mysukmana responded:
          10 Januari 2018 pukul 9:39 AM

          iya bener juga bu..saya suka klo naik kereta gerbongnya agak sepi..

        mysukmana responded:
        10 Januari 2018 pukul 9:40 AM

        klo menurut ilmuperkeretaapian paling enak memang tengah mas

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s