Terbang Bersama Batik Air dengan Fasilitas Air Bus A320 Neo

Posted on Updated on

#Lifestyle & Review – Ini adalah pertama kalinya saya naik pesawat buatan Perancis yaitu Air Bus. Apalagi yang saya naikin adalah Air Bus 320 Neo yang merupakan pesawat narrowbody untuk jarak pendek dan menengah yang saat ini paling laris dikelasnya. Pesawat ini merupakan pesawat pesaing buatan Amerika yaitu Boeing seri 737. Bersama maskapai Batik Air Lions Group akhirnya saya bisa merasakan penerbangan HLP-SOC. Lalu seperti apa penerbangan saya bersama Batik Air?

Tiba di Halim Perdana Kusuma Jakarta tepat pada saat dhuhur tiba, setelah melakukan check in sehari sebelum keberangkatan, sayang langsung melakukan boarding pass dan menuju di ruang tunggu untuk melakukan sholat dhuhur.

Beberapa saat kemudian terdengan panggilan untuk segera menaikin pesawat. Awalnya saya kira pesawat yang akan saya tumpangi adalah Boeing 737 900ER, tapi pada saat akan menaiki pesawat terdapat logo Air Bus di lambung pesawat. A320 Neo (New Engine Option) merupakan pesawat dengan operator pertamanya adalah maskapai asal Jerman Lufthansa.Pertama memasuki A320 melalui pintu belakang. Seperti biasanya saya selalu memilik kursi antara 18-22 yang dekat dengan jendela sehingga bisa langsung melihat sisi sayap. Batik Air A320 Neo ini mempunyai kursi yang jaraknya cukup lebar, sehingga lebih leluasa pada bagian kaki selama penerbangan.

Batik Air A320 Neo mempunyai dua jenis kelas, yaitu kelas bisnis dan kelas ekonomi. Kelas bisnis setiap barisnya terdapat dua kursi dan untuk ekonomi tiga kursi dengan masing-masing terdapat layar LCD setiap kursinya yang menyajikan berbagai macam hiburan serta peta penerbangan.Sajian hiburan seperti Film, Musik tersedia di pesawat ini. Namun sayangnya untuk headset harus membawa sendiri. Layar LCD tersebut juga menyediakan informasi penerbangan seperti, durasi penerbangan, peta penerbangan, ketinggian, kecepatan pesawat hingga suhu di luar pesawat. Dengan adanya Layar LCD tersebut saya bisa mengetahui keadaaan pesawat yang saya tumpangi waktu itu, rata-rata kecepatan lebih dari 800km/h dengan ketinggian 27000ft dan suhu di luar hingga minus 21ā€™c.

Desain kabin dalam A320 Neo juga mampu mengangkut kapasitas 20 kursi lebih banyak dibanding A320 biasanya, sehingga konsumsi bahan bakar per penumpangnya menjadi lebih hemat 20 persen. Selain itu selama penerbangan yang saya rasakan, A320 yang di operatori oleh Batik Air ini lebih senyap dan suara bising mesin pesawat hampir tidak terasa.

Hampir satu jam perjalanan tidak terasa, saya pun melewati wilayah udara sekitar Salatiga hingga Boyolali, awan tebal dan sedikit gerimis di terobos oleh A320. Sempat merasa serem juga sih, tapi setelah mau sampai Solo udara sudah cerah kembali.

 

Iklan

13 respons untuk ā€˜Terbang Bersama Batik Air dengan Fasilitas Air Bus A320 Neoā€™

    asambackpacker01 said:
    7 April 2018 pukul 10:12 PM

    Kalau sesama A320, yang Neo ini kan memuat 20 kursi lebih banyak, berarti jarak antar kursinya lebih sempit dong?

    delinaare said:
    30 Desember 2017 pukul 12:54 AM

    Aku blm pernah naik pesawat yg ada layar nya ginii. Seru ya kl bisa lihat peta, dan ga nyangka kalo suhu di langit2 sampe sedingin itu šŸ˜±

    Mydaypack said:
    27 Desember 2017 pukul 2:52 PM

    yang paling saya suka dari batik yakni tv di sandaran belakang kursinya hahaha, bisa ngilangin kebosanan di dalam pesawat

      mysukmana responded:
      27 Desember 2017 pukul 5:38 PM

      klo naik yg gak ada tv nya ya klo saya dengerin mp3 atau bobok hehe

    Dita said:
    26 Desember 2017 pukul 9:34 PM

    dulu aku suka duduk deket jendela, tapi sekarang berhubung sering beser jadi sukanya duduk di gang aja šŸ˜€

      mysukmana responded:
      27 Desember 2017 pukul 10:18 AM

      biasanya aku sebelum take off di waiting room d sempetin ke kamar kecil dl hehe…

    rangga fahrian said:
    26 Desember 2017 pukul 6:33 PM

    Sy juga sudah pernah bbrp kali naek Batik tipe ini, tp sayangnya sy gak foto2 dan menceritakan perjalanan sy seperti mas Sukmana ini šŸ˜€
    Tapi memang nyaman kok pesawatnya, ada servis makannya yg penting šŸ˜€

      mysukmana responded:
      27 Desember 2017 pukul 10:21 AM

      sesekali di ceritakan mas..supaya para pembaca setiamu tau informasi penerbangan
      terlebih bagi mereka yang blm / jarang naik pesawat

        rangga fahrian said:
        27 Desember 2017 pukul 10:53 AM

        haha, itu pas masa2 semangat ngeblog menurun drastis, jadi gak kpikiran mau ditulis. Moga saja saat ini semangat nulis bisa konsisten kayak mas Sukmana šŸ˜€

    alrisblog said:
    26 Desember 2017 pukul 8:40 AM

    Saya juga kalau bepergian dengan pesawat terbang mengusahakan duduk dekat jendela. Pemandangan dibawahnya selalu bikin takjub.

    Gallant Tsany Abdillah said:
    25 Desember 2017 pukul 1:00 PM

    Emang paling enak duduk di deket jendela terus deket sayap ya?

      mysukmana responded:
      25 Desember 2017 pukul 1:09 PM

      kalau menurut saya sih gitu mas hehe

        Gallant Tsany Abdillah said:
        25 Desember 2017 pukul 1:15 PM

        Haha. Nek aku naik kereta juga paling seneng deket jendela. Biar bisa nggalau. *eh

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s