Trip Bersama Wisatakita Ke Taman Nasional Tengger Gunung Bromo

Posted on Updated on

#Travel – “Terkadang kita butuh menyendiri, disuatu tempat untuk mengagumi ciptahan Allah dan menyadari bahwa kita adalah mahluk yang lemah.” Hari Minggu dini hari, saya sampai di komplek pegunungan Kaldera Tengger. Waktu menunjukkan pukul 00.30. saya pun berhenti di salah satu wisma yang biasanya digunakan untuk singgah para wisatawan yang ingin menikmati sunrise di Bromo.

Karena perjalanan jauh kurang lebih 8-9 jam dari Solo. Saya belum sempat mandi, mampir pun hanya di SPBU. Tepat jam 01.00 malam saya mandi di wisma yang airnya..wow dingin. Tapi tidak menyurutkan niat mandi saya di dini hari, toh ini juga sudah jadi kebiasaan.

Trip kali ini di sponsorin sama diri sendiri yaitu wisatakita.com, Agent Tour and Travel yang di kelola oleh teman-teman (Promo) he he he. Setelah mandi kembang tengah malam, saat nya menunggu Jeep-Jeep yang akan mengangkut saya menuju Sunrise Gunung Bromo. Saya mendapat Jeep yang oke punya yang dimiliki oleh mas Fajar, Pria bertato asal tengger dengan rambut gondrongnya yang di cat. Batin saya “ wah serem nih masnya kayak gali” hahaha. Selama perjalanan saya duduk di sampingnya dan mas nya super ramah kayak Guide Tour Professional yang nggak pas sama sekali sama penampilannya.

Karena penanjakan utama di tutup, kami akhirnya harus menuju tanjakan bukit cinta supaya bisa melihat sunrise yang kece. Dini hari itu cukup gelap gulita, hanya sinar rembulan yang menyinari kawasan Tengger. Memacu dengan kecepatan tinggi di tanah berpasir di malam hari, membayangkan sedang berada di Paris Dakkar di malam hari. Tak lama kemudian satu jam perjalanan terlewati dan  penanjakan bukit cinta cukup macet waktu itu, karena ratusan Jeep berjubel ingin berebut menuju bukit cinta melihat sunrise.

Subuh pun tiba, saya bingung mau sholat dimana, karena memang di atas tidak ada air. Salah satu cara untuk beribadah ya tayamum. Waktu itu suhunya cukup dingin sekali, sekitar 10 ‘C . dan saya terpaksa harus sholat di pinggir jalan menggunakan syal.

Tak lama kemudian matahari sudah menampakkan sinarnya, meskipun hawa mendung, akan tetapi cahayanya cukup terang untuk menyinari komplek bromo waktu itu. Saya melihat beberapa orang kekinian dan anak muda jaman now mengambil gambar dengan kamera mereka hanya untuk sekedar selfie seperti halnya yang saya lakukan.

Setelah menikmati sunrise, kamipun turun kebawah menuju pelataran kawah di lereng gunung bromo yang terkenal akan pura dan kawahnya. Menghabiskan waktu disini selama dua jam rasanya memang bikin ke kamar kecil terus karena dinginnya udara.
Setelah dari bromo, kemudian kami menuju ke bukit belakang gunung bromo, yaitu Bukit Teletubies, di bukit inilah bukit warna hijau terhampar di mengelilingi. Banyak orang berjualan makanan hingga anak anak kekinian yang berfoto dan berselfie ria bersama kamera kesayangan mereka. Ada juga yang berpacaran seolah-olah bukit Teletubies bukanlah milin Tinky Winky Dipsi ataupun Lala, melainnkan milik mereka berdua.

Karena waktu sudah mulai siang sekitar jam 10, mendungpun tiba. Akhirnya kami kembali ke Jeep dan melewati kawasan pasir berbisik. Kawasan ini adalah kawasan dimana dulunya pernah dibuat syuting film yang pernah di bintangi si cantik Dian Sastro itu. Saya sendiri memutuskan untuk tidak berhenti di pasir berbisik, cukup lewat saja dan segera menuju wisma karena udah risih kepingin mandi lagi.

Oh iya, kalau temen-temen pembaca pengen Traveling sama saya bisa kok bukak wisatakita.com, di situs ini ada berbagai macam paket tour mulai dari pegunungan sampai lautan. Dijamin harganya terjangkau dan murah. Karena traveling bukan soal materi saja tapi passion.

Iklan

11 respons untuk ‘Trip Bersama Wisatakita Ke Taman Nasional Tengger Gunung Bromo

    aaron setiawan said:
    30 November 2017 pukul 8:40 PM

    Ealaaahhh itu toh landmark tulisan yang jadi perdebatan

      mysukmana responded:
      3 Desember 2017 pukul 1:03 PM

      iya mas..saya juga mikir..landmark tersebut jadi objek selfie..hehehe

    Gara said:
    30 November 2017 pukul 1:46 PM

    Foto semangkuk bakso berlatar Gunung Bromo itu sungguh membikin gagal fokus Mas, hehe. Selain mi rebus, bakso itu menurut saya makanan yang tepat banget dengan kondisi hawa dingin lereng pegunungan. Semoga dalam waktu dekat saya juga bisa ke sana, amin. Sampai sekarang kadang-kadang masih berpikir-pikir kalau mau ke Bromo, habis pengunjungnya ramai banget. Apalagi kalau sedang musim liburan, bisa cendol, hehe.

    adelescarlet said:
    30 November 2017 pukul 12:29 PM

    ahhh pingin ke Bromo lagi..

      mysukmana responded:
      2 Desember 2017 pukul 10:47 PM

      ayo kak langsung..kapan

        adelescarlet said:
        4 Desember 2017 pukul 8:44 AM

        tahun depan semoga bisa.. amin

    Gallant Tsany Abdillah said:
    30 November 2017 pukul 10:46 AM

    Adem adem terus mbakso emang joss

      mysukmana responded:
      1 Desember 2017 pukul 8:02 AM

      Penuh dengan kehangatan…

      mysukmana responded:
      2 Desember 2017 pukul 10:47 PM

      apalagi bakso malang ya kak

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s