Berkunjung ke Pembuat Gamelan Enggal Jaya, Membangun Tradisi dengan Seni

Posted on Updated on

Special Invitation – “Salah satu cara memperkaya khasanah kebudayaan adalah membangun tradisi dengan Seni”. Berawal ketika saya mengisi sebuah acara di umkm di pusat kota Solo dan berlanjut ke salah satu peserta saya adalah seorang pengusaha gamelan. Lalu kami mengobrol dan akhirnya saya di undang untuk mengunjungi workshop yang berada di rumah beliau Bapak Nurdin.

Perjalanan dari rumah mungkin bisa disebut dengan traveling singkat hehe, karena hanya ditempuh hanya 30-45 menit.  Sesampai disana saya disambut dengan Pak Nurdin dan dipersilahkan langsung naik ke lantai dua ruang workshopnya yang terdiri dari tiga lantai. Disinilah saya bisa melihat langsung pembuatan gamelan yang hanya di kerjakan oleh 4-5 orang karyawannya.


Beberapa tumpukan plat mulai dari besi, kuningan hingga perunggu berjajar di ruang workshop tersebut. Termasuk bahan baku dan gamelan yang masih setengah jadi, yang nantinya akan dikelola dengan gamelan yang harganya satu setnya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Setelah mengambil beberapa foto, saya ngobrol dengan Pak Nurdin. Ternyata usaha gamelan ini dia rintis sekitar tahun 2006-2007. Berawal dari mertuanya yang juga mempunyai workshop membuat dudukan gamelan yang terbuat dari kayu. Pak Nurdin sendiri yang mempunyai dasar di teknik dan pengelasan akhirnya mencoba membantu mertuanya untuk mengembangkan dengan memproduksi sendiri gamelan dari besi, kuningan maupun perunggu tersebut.

Selama lebih dari 10 tahun berkarya dan bergelut di industri gamelan, membuat Pak Nurdin menjadi salah satu pengusaha gamelan di kota Solo. Pangsa pasar gamelan Enggal Jaya ini meliputi seluruh kota di Indonesia, bahkan hingga Internasional seperti Malaysia, Amerika dan Eropa yang juga pernah memesan gamelan di workshop Gamelan Enggal Jaya milik Pak Nurdin tersebut.

Jika ada yang mau pesan gamelan, bisa loh mengunjungi websitenya di alamat www.gamelanenggaljaya.com, atau menghubungi saya langsung. Tentunya salah satu peninggalan dan warisan budaya dibidang seni musik ini harus dilestarikan. Bahkan ketika saya berkunjung ke Gamelan Enggal Jaya ini langsung teringat jaman SMP dulu. Saya pernah megang Slenthem di mata pelajaran karawitan. Bahkan tembang-tembang jawa yang dilantunkan dengan musik gamelan tetap enak didengar dan mempunyai makna yang cukup mendalam.

Iklan

20 respons untuk ‘Berkunjung ke Pembuat Gamelan Enggal Jaya, Membangun Tradisi dengan Seni

    nurdin gamelan solo said:
    24 Januari 2018 pukul 1:06 PM

    matursembahnuwun..atas komentarnya bisa menambah semangat sy dlm produksi gamelan

    suga setiawan said:
    27 September 2017 pukul 12:23 AM

    Kreatif itu menarik. Mantapp.

      mysukmana responded:
      1 Oktober 2017 pukul 10:00 AM

      inggih mas suga setiawan

    Rico Sinaga said:
    26 September 2017 pukul 11:15 PM

    Kaya banget yah karya seni kia.

    Moga makin banyak pembeli biar pengrajin semangat berkarya.

    Anne Adzkia said:
    26 September 2017 pukul 9:24 PM

    Semoga pengrajin2 alat tradisional spt ini terus berjaya yaa

    wening said:
    26 September 2017 pukul 6:43 PM

    Kalau di Wonosobo ada pengrajin Bundengan, meskipun sudah jarang tapi wajib lestari karena merupakan alat musik khas. Btw, dulu jaman SMP pernah ikutan ekskul karawitan, tapi udah lupa sekarang hahaha

    Deddy Huang said:
    26 September 2017 pukul 8:22 AM

    aku gak bisa maen gamelan mas.. aku tertarik cerita mistis di balik gamelan kalau ada.

      mysukmana responded:
      26 September 2017 pukul 9:37 AM

      sebenarnya gamelan itu gak mistis, cuma setelah di beli terus di jopa japu jadi mistis hehe

    ysalma said:
    25 September 2017 pukul 7:26 PM

    Kesenian dan alat musik tradisional perlu banget dilestarikan nih.
    Boleh banget jadi referensi ini.
    *btw nama blog dot netnya kembali ke wp, mas?

      mysukmana responded:
      25 September 2017 pukul 8:19 PM

      iya kak.kemarin ke suspen..gara gara auto renewalnya pake paypalnya temenku..terus diblok sama dia baru ngabarin..haha ak kena penalty karena pembatalan pembayaran..mahall :))

    Novita Rosyida Hilmi said:
    25 September 2017 pukul 2:32 PM

    welleh, aku kayake pernah ke pabrik sini deh. jaman2 nyari home industry buat tugas kuliah. alhamdulillah gamelan masih eksis sampai sekarang, semoga tetep terjaga

      mysukmana responded:
      25 September 2017 pukul 8:19 PM

      oya..kapan mbak novi PKL disitu?

      noordin gamelan aolo said:
      10 Oktober 2017 pukul 6:44 PM

      Makasih mbak

    Dewi Rieka said:
    25 September 2017 pukul 7:10 AM

    Keren bqnget, semoga makin banyak yang peduli kesenian tradisional dan membeli gamelan pak nurdin yaa..

      mysukmana responded:
      25 September 2017 pukul 7:26 AM

      Iya tante dewi rieka..pokoknya hong gong gong hehehe

      noordin gamelan aolo said:
      10 Oktober 2017 pukul 6:48 PM

      Makasih mbak dewi hehe..amiin

    Dimas Suyatno said:
    24 September 2017 pukul 10:54 PM

    Mantap. Pamanku juga punya seperangkat gamelan, tapi kurang tahu produk mana.

      mysukmana responded:
      25 September 2017 pukul 4:52 AM

      Siapa tau produk dari sini om..hehe, pengrajin gamelan di solo termasuk banyak sebenernya

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s